BACA JUGA : Personel Gabungan Gencarkan Operasi selama Ramadan di Surabaya
Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo menjelaskan, memasuki bulan puasa, pihaknya akan gencar melakukan operasi memberantas berbagai tindak kriminal yang terjadi di Jember. "Kami akan memberantas dan memperketat berbagai tindakan kriminal yang terjadi di lingkungan masyarakat," ungkapnya.
Pihaknya telah membentuk tim gabungan dalam operasi penyakit masyarakat (pekat). Operasi tersebut juga melibatkan seluruh polsek dan bhabinkamtibmas se-Jember untuk bisa bersinergi menciptakan keamanan.
Menurut Hery, memasuki bulan Ramadan memang rawan terjadinya tindak kriminal pencurian maupun perampokan. Maka dari itu, kepolisian Jember gencar melakukan patroli pada seluruh kawasan. "Kami juga imbau kepada masyarakat untuk waspada mengamankan barang berharganya," bebernya.
Tak hanya di bulan puasa, kepolisian Jember juga sudah melakukan operasi yang diberi nama Bina Kusuma. Namun, operasi tersebut lebih preventif seperti patroli dan imbauan kepada masyarakat. "Meski sebelum Ramadan kami juga sudah gencar melakukan patroli mengantisipasi adanya tindakan kriminal," terangnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kaliwates Iptu Agus Senja menjelaskan, rata-rata kasus pencurian yang berada di daerah tersebut hanya sebatas curanmor. Sebab, kawasan yang didominasi oleh mahasiswa itu kerap kali lalai dalam menjaga barang berharga miliknya. "Rata-rata korbannya anak kosan," ungkapnya.
Meski begitu, kasus pencurian di wilayah hukum Polsek Kaliwates juga tak begitu sering. Bahkan, ada pelaku yang masih buron. Namun, tak jarang juga pelaku pencurian tertangkap oleh jajaran Reskrim Polsek Kaliwates.
Agus melanjutkan, pihaknya kerap kali memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengamankan barang berharganya. Setiap melakukan patroli, pihaknya terus memberikan edukasi kepada seluruh warga Kaliwates. Apalagi, memasuki bulan Puasa, pihaknya lebih gencar melakukan operasi pekat.
Bahkan, korban kemalingan di daerah tersebut jarang dialami oleh warga biasa. "Hampir jarang sekali warga asli sini yang menjadi korban kemalingan. Rata-rata mahasiswa," terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember. (c2/nur) Editor : Safitri