BACA JUGA : Buat Pentol, Gugah Skill Entrepreneur, Inovasi Sistem Belajar di Sukowono
Kondisi itu cukup membahayakan, karena sejumlah pengendara dari arah Jalan Trunojoyo masih nekat menerobos. Sementara, kendaraan juga banyak yang datang dari arah Jalan Samanhudi, Kaliwates. Saat lampu hijau menyala, pengendara dari arah Jalan Samanhudi atau dari arah utara, pastinya akan melaju dan kurang memperhatikan kendaraan yang datang dari arah timur atau Jalan Trunojoyo.
Selain pengendara yang menerobos lampu merah, ada pengendara mobil yang memaksa belok ke arah Jalan Samanhudi. Padahal sudah ada rambu larangan belok kanan ke Jalan Samanhudi. Tetapi, mereka masih ngeyel.
Sebelum uji coba perubahan arus lalin di beberapa titik, saat lampu menyala merah di Jalan Trunojoyo, pengendara memang boleh jalan terus. Tetapi, sejak perubahan arus, lampu merah harus diikuti dengan lampu isyarat harus berhenti. Namun, temuan di lapangan banyak pengendara yang terus nyelonong, sehingga sering berpapasan dengan kendaraan dari arah Jalan Samanhudi menuju jalan KH Ahmad Siddiq, Lingkungan Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates.
Menurut warga, kondisi yang cukup rawan ketika hujan. Pengendara dari arah Jalan Trunojoyo sering melaju dengan kecepatan tinggi dan berpapasan dengan pengendara yang datang dari Jalan Samanhudi. “Ini sangat membahayakan pengendara yang dari arah utara. Karena kendaraan dari utara itu berangkat saat lampu menyala hijau tanpa melihat apakah ada kendaraan yang dari arah timur jalan terus,” kata Yudi, warga Ajung.
Agar tidak terjadi kecelakaan, papan imbauan hati-hati atau papan peringatan harus terus dipasang. Bila perlu, lebih ukurannya besar lagi dan mudah dilihat pengendara yang melintas. (jum/c2/nur) Editor : Safitri