BACA JUGA : Alat Berat Kurang, Penanganan Pascabencana di Bondowoso Berjalan Lambat
Korban berinisial FRM, warga Desa Serut, Kecamatan Panti, itu mengalami kejadian tak mengenakkan. Dia tiba-tiba dipepet enam orang ketika berkendara. Keenam oran itu diduga komplotan debt collector. FRM mengendarai motor milik keponakannya saat membeli barang di wilayah Kota Jember. “Tadi, (kemarin, Red) mau beli sesuatu di pasar dekat Masjid Al-Huda,” jelasnya.
Dalam perjalanan menuju rumahnya, FRM dibuntuti enam orang. Hingga simpang empat Argopuro, enam orang itu meminta FRM untuk berhenti dan menepi. “Disuruh berhenti dengan nada tinggi,” bebernya.
Bahkan, kunci motornya dicabut paksa oleh salah seorang di antaranya. Tetapi, lantaran kunci motor miliknya rusak, sepeda motor jenis matik itu tetap bisa berjalan.
Merasa takut, korban melaju ke arah Polsek Kaliwates untuk meminta bantuan polisi. Sesampainya di musala polsek, korban yang dibuntuti oleh keenam anggota debt collector tersebut berhenti. "Jadi, sampai di musala polsek, salah satu debt collector itu mengajak bertengkar dan akan mengadukan ke provos," terangnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kaliwates Iptu Agus Senja menjelaskan, pihaknya kedatangan seorang pengendara motor jenis matik, kemarin (14/2) pukul 01.00 siang. "Benar, ada salah satu masyarakat yang datang ke kantor mengaku dikejar debt collector. Tapi, debt collector-nya tidak ikut datang ke Polsek Kaliwates," ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya belum dapat memberikan kesimpulan bahwa FRM dikejar debt collector atau bukan. "Biasanya kalau debt collector itu mempunyai surat izin resmi, dan pengambilan motor juga tidak dilakukan di tengah jalan," pungkasnya. (faq/c2/bud) Editor : Safitri