BACA JUGA : Dugaan Selingkuh, Mantan Rektor Universitas Swasta Jember Dilaporkan Istri
Sejauh ini, pembangunan JLS masih terus berlanjut. Bahkan direncanakan akan terus terhubung ke timur, hingga Kota Gandrung, Banyuwangi.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, progres pembangunan JLS telah sampai di sekitar Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo. Salah satu titik lokasi yang direncanakan akan dibangun berada di sekitar areal persawahan dan dekat dengan perbukitan. Namun, mepet dengan jalur penghubung desa, antara Desa Sanenrejo, Tempurejo, dengan Desa Curahnongko, Tempurejo.
"Sekitar sini sedianya akan dibangun JLS. Patoknya sudah disiapkan, karena di jalan penghubung desa sepanjang 1 kilometer ini tidak diaspal," kata Imam, kepala dusun di Desa Sanenrejo, saat ditemui, kemarin.
Meski lokasinya berada jauh dari permukiman warga, namun rencana pembangunan JLS digadang-gadang bakal mempercepat akses transportasi. Sehingga membuat roda perekonomian kian terdongkrak.
Sulaiman, warga setempat, saat itu, mengatakan, pembangunan JLS diharapkannya bisa memberikan dampak positif. Utamanya perputaran perekonomian warga di sekitar JLS. "Kalau masyarakat pengennya ndak macem-macem, yang penting gimana bisa kerja dan menghidupi keluarga," akunya.
Untuk diketahui, pembangunan JLS, khusus di Lot 8 (Lumajang-Jember) sudah menunjukkan hasilnya. Megaproyek yang digelontor Rp 192,8 miliar membentang jalan mulus sepanjang 23.18 kilometer. Direncanakan akan terus terhubung dari Jember hingga Banyuwangi, sepanjang sekitar 12 kilometer. (jum/mau/c2/bud) Editor : Safitri