Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Korban Kecelakaan karena Traffic Light Mati, Trauma Ditabrak Kendaraan

Safitri • Senin, 23 Januari 2023 | 17:29 WIB
TRAGEDI NYATA: Reza Pahlevi, pria yang tinggal di Jember Lor ini pernah menjadi korban kecelakaan akibat traffic light yang sudah mati.
TRAGEDI NYATA: Reza Pahlevi, pria yang tinggal di Jember Lor ini pernah menjadi korban kecelakaan akibat traffic light yang sudah mati.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Tak bisa dimungkiri, saat malam banyak pengendara memanfaatkan momen ruas jalan yang sepi untuk melaju lebih cepat dari biasanya. Selain tanpa ada hambatan dari pengendara lain, keberadaan traffic light pun pasti sudah mati. Momen seperti itu memang menjadi saat-saat yang paling rawan terjadi kecelakaan. Seperti yang telah dialami oleh Reza Pahlevi.

BACA JUGA : Tersembunyi di Perkebunan Warga, Pesona Kali Adem Senduro, Lumajang

Diiringi dengan suara gemercik hujan serta ditemani secangkir kopi, pria yang akrab disapa Reza itu banyak bercerita pengalaman yang membuat dirinya trauma saat berada di traffic light. Reza memang pemuda yang cukup aktif mengikuti kegiatan di komunitas sepeda motornya. Seperti biasa, saat malam Sabtu, pria 27 tahun itu bersemangat untuk berkendara malam atau night riding bersama teman komunitasnya di area kota Jember.

Namun, di tengah keasyikannya, Reza mengaku dirinya mengalami musibah yang mungkin itu akan melekat dalam pikirannya. Saat traffic light sudah mati, dirinya tertabrak sepeda motor lain yang melintas di Jalan Gajah Mada, tepatnya di Perempatan Argopuro. “Saat itu saya melintas ke arah barat. Tiba-tiba motor dari Perumahan Argopuro menyambar saya,” terangnya sambil menunjukkan sedikit bekas luka.

Kejadian itu cukup merugikan Reza. Sebab, kendaraan yang dia tunggangi mengalami rusak parah di bagian samping kanan serta bagian depan, karena motor miliknya terpental cukup jauh. Saat itu, banyak orang yang menolong dirinya dan lawan kecelakaannya. Bahkan, ruas lalu lintas sempat tidak kondusif karena kejadian yang tidak terduga itu.

Meski tidak mengalami luka yang cukup serius, pria yang tinggal di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, itu merasa trauma. Sebab, secara tiba-tiba, tanpa ada aba-aba dirinya disambar oleh motor yang melaju dalam kecepatan tinggi. Dia mengaku, saat itu dirinya sungguh tidak menyadari adanya kendaraan dari arah Perumahan Argopuro.

Reza cukup kecewa degan kejadian itu. Meskipun memang kesalahan dari kedua pengendara yang saling bertabrakan, tapi kondisi traffic light juga menjadi salah satu penyebab musibah yang dialami Reza. Sebab, ketika jalan dalam kondisi ramai, lampu merah di Perempatan Argopuro sudah mati atau hanya menyala lampu peringatan kuning. “Saya ingat itu kisaran pukul 11 malam tepat,” imbuhnya.

Menurutnya, hal itu cukup membahayakan bagi pengendara lain. Apalagi saat malam Sabtu atau Minggu. Ketika banyak orang yang menikmati malam akhir pekan. Seharusnya beberapa lampu lalu lintas di ruas jalan yang relatif ramai diatur aktif sampai tengah malam. Sekira pukul 00.00 sampai pukul 01.00. Sebab, pada pukul 22.00 atau pukul 23.00 kondisi lalu lintas masih lumayan ramai.

Setelah kejadian itu, sampai saat ini Reza selalu merasa waswas saat melintasi traffic light. Di mana pun itu berada, apalagi saat sudah lampu lalu lintas mati. “Setiap lewat traffic light saya mesti waswas. Jangan sampai kejadian itu terulang lagi,” terangnya sambil menyeduh kopi.

Dengan kejadian itu, Reza berpesan kepada setiap pengendara untuk tetap waspada meskipun jalan sudah sepi. Terlebih ketika melintasi perempatan dengan traffic light sudah mati. Sebab, pengendara kendaraan bukan hanya satu orang. Karena itu, sebelum melintasi perempatan, setidaknya sempatkan untuk menoleh ke kanan atau ke kiri. Hal sepele seperti itu justru dapat menyelamatkan nyawa pengendara di jalan. (c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #Kecelakaan