BACA JUGA : Buah Durian Desa Pakis Jember Cocok Buat yang Tidak Suka Aroma Durian
Bahkan di beberapa tempat seperti mal juga ada perlombaan permainan lato-lato. Lomba tersebut juga sudah ada di mana-mana. Seperti yang dilakukan Fajar Kurniawan, warga asal Dusun Krajan, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah. Ia juga mengadakan lomba.
Pesertanya lumayan banyak, hingga berjumpalah 50 orang. Seluruhnya adalah anak-anak. Menurutnya, hal itu dilakukan agar anak yang biasa bermain HP dan game bisa lupa dan bisa bergaul dengan teman sebayanya.
“Lumayan, seharian bisa mendengarkan suara lato-lato. Lomba dimulai sejak pagi, selesai sore pukul 17.30 menjelang Magrib. Tetapi, malam harinya sudah tidak terdengar lagi suara keras dari lato-lato tersebut. Mungkin terlalu capek seharian bermain lagi, sehingga menjadi sepi. Tidak ada yang main,” katanya. Dari peserta 50 anak itu diambil tiga juara. (jum/c2/nur) Editor : Safitri