Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

HUT ke-13 Tanoker & Pasar Lumpur, Hadirkan Ulang Solidaritas dan Optimisme

Maulana Ijal • Sabtu, 10 Desember 2022 | 04:56 WIB
RANGKAIAN KEGIATAN: Poster “Diskusi Strategi Inovatif Pengembangan Wisata Dalam Perspektif Lokal dan Global”. Agenda ini menjadi rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-13 Tanoker dan Pasar Lumpur di Ledokombo, Jember.
RANGKAIAN KEGIATAN: Poster “Diskusi Strategi Inovatif Pengembangan Wisata Dalam Perspektif Lokal dan Global”. Agenda ini menjadi rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-13 Tanoker dan Pasar Lumpur di Ledokombo, Jember.
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sejak awal berdirinya, Tanoker menjadi ruang dan waktu bagi anak-anak Ledokombo, Jember, untuk bermain, bersahabat, belajar dan berkarya, dengan egrang sebagai elemen di dalamnya.

Egrang ini pula yang menjadi daya penarik dan ikon bagi banyak anak, yang dengannya kesamaan, kebersamaan, kerjasama dan bersama mereka bertumbuh membentuk karakter baik untuk bekal diri ke depan. Menyerap nilai nilai dan menampilkannya di banyak tempat dan event serta di kegiatan mereka sehari hari.

Selain bersama anak-anak, terbentuk pula beberapa kelompok-kelompok kerajinan dan kuliner dalam dampingan Tanoker. Mereka rata-rata adalah ibu-ibu mantan pekerja migran yang diberdayakan dengan pemberian pelatihan, penambahan wawasan dan pengetahuan tentang pengolahan dan produksi, dengan mengutamakan penggunaan bahan dan pengetahuan lokal dan tradisional warisan leluhur yang disesuaikan dengan selera dan kebutuhan kekinian.

BACA JUGA: Tanoker Ledokombo Tampil di NU Women Festival

Dengan keterampilan yang semakin lengkap nanti, kelompok-kelompok itu akan berbagi dengan lingkungannya sehingga keberdayaan itu relatif merata. Baik dalam komunitas maupun masyarakat.

Berkembang merambah lebih luas pada kelompok yang lain, proses pemberdayaan ini bergerak semakin kompleks dengan penghadiran narasumber akademisi, pelatihan dari dinas, mengikuti lomba-lomba, dan lain-lain.

Hal ini pula yang diterapkan pada sekolah sekolah informal yang berdiri di beberapa titik yang difasilitasi Tanoker. Baik itu Sekola Bokebok, Sekola Pakbapak, juga Sekolah Eyang. Berdirinya sekolah-sekolah ini menjadikan transfer pengetahuan dan keterampilan menjadi lebih sistematis di mana jadwal, waktu dan tempat hingga kurikulum, lebih tertata. Output juga terdata dan terdokumentasi dalam bentuk wisuda lulusannya.

Anak dan egrangnya, kelompok ibu-ibu dengan kerajinan dan kulinarinya, bokebok, pakbapak dan yangeyang dengan sekolahnya, adalah manifestasi dari gerakan Tanoker untuk memberdayakan, meningkatkan keterampilan, menambah pengetahuan, dan meluaskan wawasan bagi masyarakat dalam jangkauannya. Tidak berhenti dan terus berkreasi, berinovasi, beradaptasi merespons perkembangan dan kemajuan. Berharap itu menjadi lumbung pengetahuan yang bermanfaat bagi semua.

Pada Minggu (11/12) nanti, ketiganya akan hadir bersama warga dan pengunjung saat peringatan ulang tahun Tanoker yang ke 13. Acara itu akan digelar di area Pasar Lumpur Sumber Lesung, Ledokombo.

Pasar Lumpur merupakan arena gelar karya dan kreativitas yang berada di tengah persawahan dikelilingi sungai dan air terjun. Pasar lumpur dihadiri oleh berbagai partisipan dari berbagai kalangan dengan latar belakang berbeda dan saling menguatkan untuk berbagi kebahagiaan, mengembangkan solidaritas dan optimisme.

Aneka kuliner sehat, enak dan unik serta kerajinan tangan ramah lingkungan juga dapat dijumpai di sini. Di area ini, juga tersedia outbound dengan permainan khas seperti polo lumpur (bermain bola tangan di sepetak sawah berlumpur), perang bantal, kerapan sapi, egrang bambu, egrang batok, bakiak dan berbagai permainan menarik lainnya.

Lumpur merupakan perpaduan tanah dan air dan dari situlah wahana ini dengan segala aktivitasnya dapat menjadi sarana untuk memupuk kecintaan terhadap Tanah Air. Melalui Pasar Lumpur masyarakat bersama-sama mengelola ruang perjumpaan dengan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan saling membahagiakan.

Dalam rangka memeriahkan kedua acara tersebut diadakan lomba-lomba. Seperti mewarnai untuk tingkat TK/RA/PAUD se-lima kecamatan: Ledokombo, Kalisat, Silo, Sumberjambe dan Sukowono, serta lomba senam untuk perempuan se-Kabupaten Jember.

Selain lomba-lomba, akan ada diskusi wisata dengan tema “Diskusi Strategi Inovatif Pengembangan Wisata Dalam Perspektif Lokal dan Global” dengan narasumber: 1) Naseema Mustapha dari Brisbane Australia, 2) Wahyudi Anggoro Hadi, Kepala Desa Panggungharjo Yogyakarta dan 3) Suporahardjo, Pembina Tanoker Ledokombo.

Kedua momentum ini, Ultah Tanoker dan kegiatan Pasar Lumpur dilaksanakan untuk mengaktualisasi hal-hal baik yang sempat terhambat oleh pandemi beberapa waktu lalu dengan memberinya tema; "Memuliakan Lumbung Pengetahuan Komunitas". (*) Editor : Maulana Ijal
#Tanoker #Pasar Lumpur