Diduga, plengsengan penahan yang ada di kawasan wisata baru Desa Jenggawah itu jebol karena tidak kuat menahan debit air hujan yang turun dari atas gunung. Imbasnya, tanah dari atas gunung terbawa air hingga menutup jalan desa. Tumpukan lumpur ini cukup mengganggu pengguna jalan yang sedang melintas. Di lokasi, ada tiga orang yang membersihkan lumpur yang menutupi jalan desa tersebut.
BACA JUGA: Hati-Hati! Muncul Retakan di Jalan Menuju Wisata Gunung Gambir Jember
Saat wartawan Jawa Pos Radar Jember meliput di lokasi, ada salah seorang berusaha melarang wartawan mengambil foto lumpur di tengah jalan itu. Lelaki itu beralasan, tumpukan lumpur tersebut sudah bisa diatasi. “Maaf. Sudah bisa diatasi. Jangan difoto,” katanya.
Selain menyebabkan plengsengan ambrol, hujan juga menyebabkan banjir di jalan yang menghubungkan dua kecamatan. Ketinggian air di jalan raya mengakibatkan arus kendaraan tersendat. Bahkan, sebagian ada yang mogok karena kemasukan air.
Pantauan di lokasi, genangan air itu ada di empat titik di sepanjang jalan raya Jenggawah. Seperti di depan Klinik Kasih Ibu, jalan raya depan UPT Pengairan Jenggawah, simpang tiga Jalan Kawi dan depan Masjid Raudlotul Jannah.
“Sebenarnya empat titik itu sudah menjadi langganan banjir. Tapi yang sekarang ini cukup parah. Karena hujannya lama hingga menimbulkan genangan air cukup dalam,” ujar Usman, warga Jenggawah
Sejumlah pengendara yang memaksa melintas dan terjebak genangan air terkena imbas. Kendaraan mereka banyak yang mogok. Terlihat beberapa mobil sampai ditarik karena mesinnya tiba-tiba mati. Nasib pengendara motor juga sama. Banyak kendaraan mereka yang mogok. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal