BACA JUGA : Pasok Drone ke Rusia, Iran Langgar Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB
Pelecehan seksual dengan menunjukkan alat vital sangat meresahkan. Terutama korbannya banyak dari kalangan mahasiswa. Pelecehan seksual yang juga dikenal dengan ekshibisionisme itu membuat mahasiswa saat ini merasa tidak aman dan nyaman untuk berkegiatan di luaran. Apalagi pelaku ekshibisionisme tidak mengenal waktu dan tempat dalam melancarkan aksinya.
Korban ini adalah AA, mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember lagi. Kejadian ekshibisionisme itu dialaminya akhir Juli lalu. Saat itu, dirinya baru mengunjungi tempat kos temannya di area sekitar kampus. Kondisi saat itu, menurut AA, sangat sepi dan tidak ada kendaraan berlalu lalang. “Saat itu baru selesai adzan Magrib,” ucapnya.
Begitu melintas di gapura, korban sempat berhenti karena mobil berwarna hitam membunyikan klaksonnya beberapa kali. Di dalam mobil ada dua pria yang dilihat AA. Satu pengemudi dan satu penumpang. Insiden yang dialami membuatnya trauma. “Penumpangnya menunjukkan alat vital. Dia berdiri di dalam mobil,” katanya.
Ironisnya, pria itu sambil melakukan hal yang tidak senonoh, yakni masturbasi. “Pelaku tertawa ketika memamerkan alat vitalnya,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Melihat raut wajah korban ketakutan, sopir maupun penumpang yang menunjukkan alat vitalnya semakin tertawa. Tidak lama setelahnya, mobil itu melaju cepat meninggalkan AA. Perasaan campur aduk pun dirasakan olehnya. “Saya ketakutan sambil menangis di atas sepeda motor,” ucapnya.
Setibanya di kos, dengan gestur tubuh ketakutan dan mata yang sembap, AA langsung diberondong pertanyaan oleh teman-temannya. “Ketika ditanyai seperti itu, awalnya saya hanya bisa menangis. Setelah itu, saya menceritakan semua kronologis yang saya alami. Untungnya ada teman-teman, jadi saya ditenangkan. Malamnya tidak bisa tidur sampai mimpi buruk,” ulasnya. AA berharap insiden itu tidak dialaminya lagi, termasuk kepada mahasiswa lain. Dia juga berharap agar pelaku ditangkap. (mg2/c2/nur) Editor : Safitri