BACA JUGA : Resmikan SDN Jamintoro 03, Warga Minta Bupati Jember Dirikan TK
Menurut pelukis dan psikolog, mewarnai banyak memberikan manfaat. Apalagi, mewarnai yang dilakukan itu melibatkan anak PAUD, TK, bersama keluarganya. Mewarnai bisa dikerjakan bersama-sama antara anak, ayah, bunda, kakak, maupun adik. Bahkan, bila punya paman di desa, mereka yang tinggal di kota juga boleh mewarnai bersama paman.
Demikian pula dengan anak-anak yang tinggal di desa, juga bisa dibantu oleh keluarganya yang tinggal di jantung kota. Semua peserta maupun keluarga tidak perlu takut akan telat mengerjakan, karena waktunya selama sepekan.
Pelukis Jember, Susmiadi, menjelaskan, ada banyak manfaat dalam lomba mewarnai untuk anak-anak di tingkat PAUD dan TK. Anak-anak, menurutnya, akan antusias karena mereka bisa mengerjakan bersama-sama keluarga. Bisa jadi, ayah ataupun bunda yang biasa sibuk kerja pada siang hari, menemani anak mewarnai di malam hari.
“Menggambar ini untuk menggali potensi dan mengembangkan bakat anak-anak di bidang seni rupa atau seni lukis. Dengan dimulai dari usia dini, nantinya akan lebih banyak pelaku seni, pelukis, yang menjadi pendatang baru di negeri ini,” jelas Susmiadi.
Mantan camat Kencong itu menyebut, akan sangat bermanfaat bagi anak-anak yang mempunyai bakat melukis, menggambar, ataupun mewarnai. “Goresan warna yang akan ditorehkan di atas kertas atau kanvas bisa memperlihatkan sebuah karakter seorang anak,” jelasnya. Karakter anak melalui menggambar akan muncul. Ketelatenan dan kesabaran juga diuji dalam media menggambar tersebut.
Jika seni apa pun dimulai dari usia dini, menurutnya, akan bisa membuat anak belajar mencari jati dirinya. “Anak akan bisa mandiri dalam mengembangkan sebuah imajinasi sehingga dengan mudah untuk mewujudkan sebuah karya,” jelasnya.
Anak pun akan mengerti arti kebersamaan dalam berkarya. “Sebuah maha karya yang terbaik adalah hasil karya sendiri. Bukan copy atau reproduksi karya orang lain,” ulas Susmiadi. Nah, dalam lomba Mewarnai Bersama Keluarga ini, berarti karya yang dihasilkan adalah karya anak dan keluarga.
Dikatakan, apa yang digagas Jawa Pos Radar Jember mendapatkan apresiasi dari orang banyak, utamanya dari kurator seni rupa. “Semoga sedikit deskripsi ini bermanfaat dan berkah,” jelasnya.
Teamwork Penting sebagai Bekal Dewasa
Mewarnai bersama keluarga secara psikologis berdampak baik untuk perkembangan anak. Hal itu disampaikan dosen Psikologi Unej, Erdi Estiaji. Kegiatan itu menurutnya program yang bagus dan positif untuk dilaksanakan.
Erdi menjelaskan, mewarnai bersama keluarga akan menjadi sebuah family support dan akan membentuk kepribadian seseorang. Kepribadian ini dipengaruhi oleh faktor genetis dan faktor lingkungan. "Lingkungan terkecil adalah lingkungan keluarga. Ketika ada kegiatan, yang jelas keluarga akan memberikan dukungan kepada salah satu keluarganya," jelasnya.
Selain itu, dari segi psikologi, kegiatan mewarnai bersama keluarga ini akan membentuk karakter anak untuk bisa lebih percaya diri. "Dan melatih keterampilan sosialnya," ucapnya. Dari sinilah anak merasa mendapatkan dukungan keluarga yang penuh. Hal itu akan menimbulkan rasa percaya diri.
Selain itu, menurutnya, seorang anak yang memiliki bakat seni rupa dan gambar, dengan kegiatan ini anak-anak akan merasa terfasilitasi dan dia betul-betul merasa mendapatkan dukungan. "Karena orang tua atau anggota keluarga dekatnya itu juga mau berkontribusi untuk menyukseskan apa yang menjadi hal yang diminati," jelasnya.
Di sisi lain, pembentukan secara IQ akan melatih keterampilan teamwork anak ketika menggambar. "Teamwork pada anak ini sangat penting untuk bekal ia nanti saat dewasa," jelasnya.
Menurut Erdi, penilaian lomba Mewarnai Bersama Keluarga selayaknya bukan hanya dari kualitas atau kuantitas gambarnya. Tetapi, perlu mempertimbangkan berapa persen kontribusi anggota keluarga yang mengerjakan. "Saran saya, di indikator penilaiannya terdapat kontribusi penilaian berapa persen. Jadi, tidak hanya estetika seni, tapi kerja sama yang perlu dinilai," jelasnya.
Sebagai psikolog dan melihat dari aspek psikologisnya, ia menilai lomba mewarnai ini harus jelas tujuan lombanya. Sebab, selama ini di Jember, Lumajang, Bondowoso, bahkan di dunia, belum ada lomba mewarnai yang melibatkan anak PAUD atau TK bersama seluruh anggota keluarganya. "Orisinalitas idenya saya acungi jempol," ulasnya.
Paradigma yang ada selama ini, misalnya anak yang sering menang dan harus menang terus, padahal anak itu tertekan karena tekanan dari orang tua. "Di situ bukan melihat dari segi aspek gambar anaknya saja, tapi teamwork dari sebuah keluarga dalam lomba mewarnai," pungkasnya. (mg3/c2/nur) Editor : Safitri