Bakpao jumbo ini diproduksi oleh Syarif, 42, bersama saudaranya sejak Desember 2019. Berawal dari keinginannya untuk memiliki usaha secara mandiri. Kemudian ia menemukan ide memproduksi bakpao berukuran besar. “Ingin menjual yang berbeda. Dan di Jember ini belum ada bakpao yang besar seperti ini,” jelas Syarif.
BACA JUGA: Ini Dia! Kuliner Tradisional di Lumajang yang Jadi Incaran
Dalam produksi bakpao ini, ia dibantu oleh saudaranya untuk membuat adonan. Syarif bersama sang istri mengambil bagian dalam pengemasan dan pemasaran. Bakpao ditaruh dalam wadah kardus untuk menjaga kualitas dan memberikan identitas pada mereknya. “Awalnya cuma dilapisi kertas, tapi kayaknya kok kurang menarik, akhirnya pakai kardus dan dikasih nama brand,” kata Syarif.
Bakpao jumbo yang dibanderol Rp 10-14 ribu ini memiliki berbagai macam varian. Mulai yang mainstream seperti cokelat, stroberi, bluberi, sampai yang tidak biasa seperti srikaya, matcha dan taro.
Berbeda dengan bakpao pada umumnya, produk yang dihasilkan oleh Syarif ini isiannya diletakkan seperti burger. Jadi saat melahapnya, konsumen dapat membuka roti isi tersebut. “Kalau bakpao biasanya kan buntu, isiannya sudah diisikan sejak dicetak. Kalau ini bakpaonya dibelah, jadi isinya bisa dikasih tambahan topping,” ucap Syarif.
Bakpao jumbo ini sudah dipasarkan sampai ke Surabaya, Sidoarjo bahkan Jakarta. Biasanya orang-orang mengetahui produk ini melalui media sosial, kemudian melakukan pemesanan melalui WhatsApp.
Uniknya, bakpao besar ini juga dikemas dalam bentuk makanan beku untuk pengiriman ke luar kota. “Kalau ada pesanan luar kota, kami kemas secara beku dan dikirim melalui ekspedisi yang memiliki jangka waktu pengiriman yang cepat,” kata Syarif.
Usaha yang dimulai dengan hanya memproduksi sesuai pesanan secara daring, kini semakin berkembang dengan membuat stand di depan rumahnya. Pembelian secara luring atau datang langsung ke rumah juga mulai dilayani. “Awalnya kami buka sejak pagi, tapi pascapandemi anak-anak sudah pada masuk sekolah. Jadi bukanya lebih siang setelah antar jemput sekolah,” ungkap Syarif.
Penghasilan dari penjualan bakpao jumbo ini, menurut Syarif, cukup untuk tambahan biaya sehari-hari. Bahkan omzet yang ia dapatkan pada saat pandemi mengalami kenaikan. Hal itu dikarenakan pemasarannya yang dilakukan secara daring, sehingga memudahkan dalam menjangkaunya. (*)
Foto : Ainun Maratus Sholekhah untuk Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal