alexametrics
26.5 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Ini Dia! Kuliner Tradisional di Lumajang yang Jadi Incaran

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – SUASANA yang sejuk dan angin yang sepoi-sepoi memang cocok didampingi sajian menu makanan tradisional. Cara pembuatan, serta proses penyajian yang masih tradisional semakin menambah cita rasanya. Apalagi bahan-bahan yang didapat juga ada yang dari kebun sendiri.

Unik ! Wisata Kuliner Lumajang Usung Konsep Zaman Kuno

Beragam jenis kuliner di lapak Dalan Tegalan tertata dengan rapi. Penyajiannya pun masih tradisional. Ada yang menggunakan piring seng, ada juga yang menggunakan daun pisang. Tergantung dari jenis kulinernya. Tak heran jika kuliner tersebut sering membuat pengunjung yang datang memborongnya. Rasanya yang lezat, tampilannya yang cantik kadang membuat mereka kalap. Tak tanggung-tanggung, Alvino Ediyanto warga Lumajang mengaku sering berkunjung setiap minggunya hanya untuk menikmati makanan tradisional di Dalan Tegalan. “Sekarang cari makanan kayak gini bisa terbilang susah. Makanya saya hampir tiap minggu ke sini cuma buat kulineran,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mulai dari lupis, klepon, lontong sayur, ketan tersedia di wisata ini. Harganya pun sangat merakyat. Mulai dari Rp 3 ribu saja pengunjung bisa menikmati sarapan pagi dengan ketan bubuk yang memiliki cita rasa gurih-gurih sedap. Satu piring ketan dijamin bisa membuat kenyang sampai siang hari. “Memang kita padukan dengan konsep awal, jika dari lapaknya hanya terbuat dari bambu yang menonjolkan kesan tradisional. Makanan pun kita kemas seperti itu,” terang Ketua Pengelola Dalan Tegalan Zainul Arifin.

Selain itu, pengunjung tak perlu khawatir untuk mencari tempat makan. Sebab, setiap lapak sudah menyiapkan tempat bagi siapa saja yang ingin menikmati kuliner tradisional ditemani udara yang sejuk dan rindangnya pepohonan. Sampai saat ini, pengunjungnya makin bertambah. Sehari bisa tembus sampai 400 pengunjung dengan melihat banyaknya kendaraan yang terparkir.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Ade Apryanis
Editor: Muchammad Ainul Budi

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – SUASANA yang sejuk dan angin yang sepoi-sepoi memang cocok didampingi sajian menu makanan tradisional. Cara pembuatan, serta proses penyajian yang masih tradisional semakin menambah cita rasanya. Apalagi bahan-bahan yang didapat juga ada yang dari kebun sendiri.

Unik ! Wisata Kuliner Lumajang Usung Konsep Zaman Kuno

Beragam jenis kuliner di lapak Dalan Tegalan tertata dengan rapi. Penyajiannya pun masih tradisional. Ada yang menggunakan piring seng, ada juga yang menggunakan daun pisang. Tergantung dari jenis kulinernya. Tak heran jika kuliner tersebut sering membuat pengunjung yang datang memborongnya. Rasanya yang lezat, tampilannya yang cantik kadang membuat mereka kalap. Tak tanggung-tanggung, Alvino Ediyanto warga Lumajang mengaku sering berkunjung setiap minggunya hanya untuk menikmati makanan tradisional di Dalan Tegalan. “Sekarang cari makanan kayak gini bisa terbilang susah. Makanya saya hampir tiap minggu ke sini cuma buat kulineran,” ujarnya.

Mulai dari lupis, klepon, lontong sayur, ketan tersedia di wisata ini. Harganya pun sangat merakyat. Mulai dari Rp 3 ribu saja pengunjung bisa menikmati sarapan pagi dengan ketan bubuk yang memiliki cita rasa gurih-gurih sedap. Satu piring ketan dijamin bisa membuat kenyang sampai siang hari. “Memang kita padukan dengan konsep awal, jika dari lapaknya hanya terbuat dari bambu yang menonjolkan kesan tradisional. Makanan pun kita kemas seperti itu,” terang Ketua Pengelola Dalan Tegalan Zainul Arifin.

Selain itu, pengunjung tak perlu khawatir untuk mencari tempat makan. Sebab, setiap lapak sudah menyiapkan tempat bagi siapa saja yang ingin menikmati kuliner tradisional ditemani udara yang sejuk dan rindangnya pepohonan. Sampai saat ini, pengunjungnya makin bertambah. Sehari bisa tembus sampai 400 pengunjung dengan melihat banyaknya kendaraan yang terparkir.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Ade Apryanis
Editor: Muchammad Ainul Budi

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – SUASANA yang sejuk dan angin yang sepoi-sepoi memang cocok didampingi sajian menu makanan tradisional. Cara pembuatan, serta proses penyajian yang masih tradisional semakin menambah cita rasanya. Apalagi bahan-bahan yang didapat juga ada yang dari kebun sendiri.

Unik ! Wisata Kuliner Lumajang Usung Konsep Zaman Kuno

Beragam jenis kuliner di lapak Dalan Tegalan tertata dengan rapi. Penyajiannya pun masih tradisional. Ada yang menggunakan piring seng, ada juga yang menggunakan daun pisang. Tergantung dari jenis kulinernya. Tak heran jika kuliner tersebut sering membuat pengunjung yang datang memborongnya. Rasanya yang lezat, tampilannya yang cantik kadang membuat mereka kalap. Tak tanggung-tanggung, Alvino Ediyanto warga Lumajang mengaku sering berkunjung setiap minggunya hanya untuk menikmati makanan tradisional di Dalan Tegalan. “Sekarang cari makanan kayak gini bisa terbilang susah. Makanya saya hampir tiap minggu ke sini cuma buat kulineran,” ujarnya.

Mulai dari lupis, klepon, lontong sayur, ketan tersedia di wisata ini. Harganya pun sangat merakyat. Mulai dari Rp 3 ribu saja pengunjung bisa menikmati sarapan pagi dengan ketan bubuk yang memiliki cita rasa gurih-gurih sedap. Satu piring ketan dijamin bisa membuat kenyang sampai siang hari. “Memang kita padukan dengan konsep awal, jika dari lapaknya hanya terbuat dari bambu yang menonjolkan kesan tradisional. Makanan pun kita kemas seperti itu,” terang Ketua Pengelola Dalan Tegalan Zainul Arifin.

Selain itu, pengunjung tak perlu khawatir untuk mencari tempat makan. Sebab, setiap lapak sudah menyiapkan tempat bagi siapa saja yang ingin menikmati kuliner tradisional ditemani udara yang sejuk dan rindangnya pepohonan. Sampai saat ini, pengunjungnya makin bertambah. Sehari bisa tembus sampai 400 pengunjung dengan melihat banyaknya kendaraan yang terparkir.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Ade Apryanis
Editor: Muchammad Ainul Budi

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/