Data penerima BLT ini memang harus disinkronisasikan antara informasi di dinas sosial dan kelurahan. "Memang masih ada beberapa warga yang seharusnya menerima, tetapi hari ini tidak dapat. Itu karena mereka tidak masuk di DTKS," ungkap Firdaus, Lurah Gebang.
Dia menuturkan, pemerintah kelurahan akan terus berupaya agar warga yang membutuhkan bisa terdaftar di DTKS. Bantuan ini berbeda dengan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) atau yang sejenisnya. Sehingga untuk warga yang sudah menerima program tersebut, tidak lagi terdaftar di penerima BLT dari APBD ini.
BACA JUGA: Tiga Tahun Bendungan di Jember Jebol, Warga Khawatir Rumah Ikut Ambrol
“Pemerintah sudah berupaya melakukan pendataan DTKS. Memang kendala di lapangan banyak, tetapi kami tetap harus kerja keras. Prinsipnya, kami harus menghimpun data warga yang layak akan bantuan seperti BLT ini,” ujar Firdaus.
Proses validasi data DTKS dimulai dari penyerahan data oleh pihak kelurahan, lalu akan dilakukan pengecekan oleh dinas sosial. Kemudian disampaikan kembali ke kelurahan, untuk kroscek lebih lanjut sesuai fakta di lapangan. Proses yang cukup rumit dan panjang itu, mengakibatkan beberapa data warga memang belum masuk ke DTKS.
Hamim, Koordinator Pekerja Sosial Masyarakat Kelurahan Gebang, menuturkan, meski masih ada warga berhak yang belum menerima BLT, namun pada penyaluran kali ini, dia menilai, para penerimanya sudah tepat sasaran. "Untuk sasaran BLT hari ini menurut saya sudah tepat. Warga yang tidak terdaftar program bantuan seperti PKH itu, dapatnya di BLT ini," terangnya.
Dia menambahkan, ke depannya ia ingin program bantuan ini dapat dikembangkan lagi. Karena memang masih banyak warga yang belum pernah mendapat BLT ataupun PKH. Dan mereka juga tidak terdaftar di program yang diserahkan hari ini. “Agar benar-benar bisa di-cover secara keseluruhan para warga yang memang berhak. Namun untuk yang saat ini sudah cukup baik untuk ketepatan sasarannya,” katanya.
Di sisi lain, Maisaroh, 40, salah satu warga Gebang, mengaku bersyukur karena diberi kesempatan mendapatkan BLT dari Pemkab Jember ini. "Cukup membantu dan bisa dijadikan tambahan uang kebutuhan sehari-hari dan sekolah anak," tutur Maisaroh.
Dia membenarkan jika ada beberapa warga di kelurahannya yang luput dari sasaran. Salah satunya adalah tetangganya sendiri. Padahal warga tersebut berhak menerima bantuan seperti BLT ini. "Ada yang tidak dapat. Kalau tidak salah ada dua, tapi salah satunya mendapat PKH," jelas Maisaroh.
Warga lainnya, Mursidi, 72, mengaku bantuan sebesar Rp 200 ribu ini, dapat membantunya menambah modal dalam berjualan sayur keliling. “Penghasilan saya kurang, apalagi setelah tarif BBM naik. Jadi sayur juga harus dinaikkan supaya balik modal. Dapat bantuan ini sangat senang bisa dijadikan tambahan,” ucap Mursidi.
Foto : Noer Fajriyatul Maslahah untuk Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal