BACA JUGA : Tiga Proyek Investasi Senilai 9 Miliar Dolar Diumumkan Arab Saudi
Pemkab Jember sebenarnya telah mengerahkan agar para ASN dan pegawai swasta naik sepeda setiap Selasa. Namun, imbauan olahraga kayuh sepeda yang baru itu belum dilakukan para pegawai. Terutama oleh ASN di lingkungan Pemkab Jember. Padahal, ada niat luhur di balik penerapannya, yakni membangun cara hidup sehat dengan berolahraga dan mengurangi polusi udara.
Program Bike to Work itu memang terbilang anyar di Jember. Kendati secara sarana atau fasilitas pendukung masih apa adanya, namun beberapa pihak juga mendukung penuh program tersebut. "Ini bagus, kami mendukung penuh," kata Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jember Aries Bawono, kemarin.
Menurutnya, bike to work sudah banyak dilakukan di sejumlah kota besar di Indonesia. Bahkan telah menjadi budaya dengan kepala daerah ataupun wali kota mewajibkan semua ASN/PNS untuk mendukung gerakan itu pada hari-hari tertentu.
Kini, ketika program itu telah digulirkan di Jember, kata dia, tidak masalah walaupun terfasilitasi seadanya. "Program ini sebenarnya luar biasa, untuk pengembangan olahraga sepeda. Memang harus dipaksa dulu agar suka. Kalau sarana atau prasarana bisa menyusul, yang penting jalan dulu," urai Aries.
Namun, ia menyayangkan jika kemudian gerakan bersepeda ini hanya menyasar usia-usia dewasa, orang-orang tua yang notabene kalangan ASN/PNS. Kelompok usia itu dan kalangan tersebut, menurutnya, kegiatan bersepeda hanya menjadi tren atau sekadar gaya hidup. Tidak lebih.
Berbeda jika kemudian budaya bersepeda dimasifkan hingga ke tingkatan pelajar. Mengingat mayoritas pelajar di Jember menggunakan kendaraan bermotor untuk berangkat sekolah. Itu menurutnya lebih memiliki manfaat jangka panjang. "Manfaatnya bukan hanya sehat saja. Ini juga membantu memunculkan potensi atlet-atlet peseda," kata Aries.
Ia juga menyarankan pemerintah daerah juga membikin gebrakan gerakan bersepeda yang dimotori kalangan pelajar di tiap-tiap sekolah di Jember. "Bersepedanya orang dewasa itu hanya trendsetter. Karenanya, gerakan ini perlu dikenalkan ke kalangan pelajar, dari situ bisa memunculkan potensi atlet peseda dan kampanye bersepeda lebih masif," pungkas Aries. (mau/c2/nur) Editor : Safitri