Ketua Pengelola Wisata Agro Boma Gunung Pasang Hariyanto mengungkapkan, wisata ini berdiri sekitar 13 tahun lalu, tepatnya pada 2009. Kala itu, pengelola memanfaatkan areal kebun yang porak poranda akibat diterjang banjir bandang pada 2006.
Awalnya, kawasan tersebut ditanami berbagai macam tanaman hias dan pos-pos untuk taman. Secara berangsur, sungai juga turut dirapikan. Rupanya, langkah ini mendapat apresiasi dari warga dan pengunjung. Dan sejak saat itu, mulai banyak diminati pengunjung luar daerah.
BACA JUGA: Ranu Regulo, Camping Boleh, Nyampah Jangan!
“Dari situlah akhirnya kami mengembangkan fasilitas lain sebagai daya tarik pengunjung,” ungkap Hariyanto, Kamis (8/9).
Dia berharap, Wisata Agro Boma Gunung Pasang makin diminati oleh semua kalangan. Baik pengunjung lokal maupun luar daerah. Bahkan, bisa menjadi salah satu wisata kebanggaan milik Kabupaten Jember.
“Selain itu, kami juga berharap ada perhatian dari dinas pariwisata dan Pemkab Jember. Karena wisata ini merupakan aset Pemkab Jember,” ucapnya.
Wisata Agro Boma Gunung Pasang memang merupakan asset pemerintah daerah. Destinasi wisata alam itu berada di kawasan pengelolaan Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Jember. Meski lokasinya berada di wilayah PDP, tapi pengelolaannya dilakukan secara mandiri. Pengembangan dan upah karyawan murni hasil pendapatan wisata. Tidak bergantung ke PDP.
Pengelola mematok tarif yang cukup terjangkau. Setiap pengunjung hanya dikenai tiket Rp 5.000. Dengan harga tiket masuk segitu, pengunjung sudah bisa menikmat sejuknya pesona alam yang dikelilingi hutan, kawasan perdesaan, serta sungai dengan air yang jernih.
Ditambah lagi fasilitas taman dengan berbagai macam tanaman hias. Bagi yang suka foto-foto, mereka bisa memanfaatkan taman itu untuk mengambil gambar sepuasnya.
Toni, salah satu pengunjung, menilai, Wisata Agro Boma Gunung Pasang ini cukup bagus dan bisa direkomendasikan agar dikunjungi. Baik keluarga maupun anak-anak sekolah. Jaraknya juga tak terlalu jauh. Dari kawasan kota Jember hanya sekitar 12 kilometer. “Untuk camping juga bisa,” tuturnya. (*)
Foto : Hani untuk Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal