BACA JUGA : Hanya Petani Na Oogst yang Dapat Bantuan Pupuk DBHCHT
Saat kucing mendekat, Yunita langsung membuka tas jinjingnya. Dalam tas tersebut terdapat pakan kering untuk si pus. Saat memberikan makan kucing, tangan Yunita mengelus-elus tubuh hewan berkaki empat tersebut. Terkadang Yunita juga mengajak berbicara kucing tersebut. “Uh, lapar ya, main apa saja tadi?” ucap Yunita.
Perempuan yang bekerja di staf Bidang Pengembangan Aplikasi Smart City dan Statistik pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember itu tak pernah absen memberi makan sembarang kucing yang dia temui. Sudah dua tahun Yunita selalu membawa pakan kucing di tas dan jok motornya. Setiap hari stok itu tidak pernah kosong dalam tas jinjingnya. Kadang pakan kucing itu dimasukkan ke dalam botol air kemasan bekas, juga di plastik.
Kebiasaan memberikan pakan kucing itu sudah dilakukan sejak 2019, saat dia masih melakukan dinas di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember. Setiap pagi dan sore, Yunita selalu menyempatkan untuk memberi makan kucing di kantor Diskominfo. Bahkan, saat dia harus melakukan dinas di luar kantor, baginya tetap wajib datang ke kantor. Pagi-pagi sekali, sebelum melakukan tugas dinas, dia menjenguk kucing-kucing untuk memberikan makan. Begitu juga saat sore sebelum pulang ke rumah.
Kecintaannya terhadap kucing adalah wujud kemanusiaannya yang secara sadar bahwa Tuhan juga menciptakan makhluk berupa binatang. Hatinya selalu terenyuh ketika melihat maupun mendengar cerita tentang binatang menggemaskan itu. "Kucing adalah binatang yang disayangi Rasulullah, maka sebagai umat beliau, saya juga harus melakukannya," ungkap ibu satu anak itu saat menceritakan alasannya.
Ketulusan yang tak mengharapkan apa pun dari manusia menjadi alasan kuatnya. Dia meyakini bahwa rezeki yang dia dapat juga terselip hak kucing. Karena itu, salah satu jalannya adalah memberi makan setiap hari. Bahkan, perempuan asal Lumajang itu setiap pagi memanjatkan doa agar dipertemukan dengan kucing di mana pun dia berada.
Menurutnya, kecintaannya terhadap kucing itu juga memberikan dampak bagi kehidupan dan karakternya. Berkat kucing, Yunita selalu memiliki energi positif dan keluasan hati dalam kesabaran. Sama halnya saat dia memperlakukan kucing yang ditemui. Terpancar saat berhadapan dengan sesama manusia. Membuatnya lebih sabar, siap menolong siapa pun, hingga membuatnya menjadi orang yang welas asih.
Setiap hari tidak pernah luput membeli pakan kucing. Sedikitnya, tujuh kilo stok yang dimilikinya di rumah. Setiap mendapatkan rupiah, yang pertama disisihkan adalah untuk membeli pakan kucing. Siapa pun yang membutuhkan untuk keperluan itu, selalu disambut dengan tangan terbuka oleh Yunita. "Saya tidak pernah pilih-pilih kucing. Apa pun jenisnya saya berikan," ujarnya.
Di rumah perempuan yang kerap disapa Mami Hello Kitty oleh teman-teman kerjanya itu ada delapan kucing peliharaan. Rata-rata kucingnya masih kecil, yang diambil dari jalanan dan telah kehilangan induk. Baginya, rumah terasa lebih tenang saat diramaikan dengan tingkah lucu kucing. Setiap hari sebelum Subuh, kucing-kucing itu mengeong-ngeong untuk membangunkan Yunita dan keluarganya.
Kucing-kucing liar di sekitar rumahnya juga sudah sangat familier dengan kedatangannya. Bahkan, dia juga kerap berkomunikasi lembut dan seakan dimengerti oleh kucing. Kesehariannya juga disambut oleh kedatangan kucing-kucing itu di depan teras rumahnya untuk menanti kepingan pakan.
Rutinitasnya itu tak lantas membuat perempuan berusia 40 tahun itu membanggakan dirinya dengan apa yang telah dilakukannya kepada binatang. Dia malah kerap merasa beruntung dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena telah dipertemukan dengan kucing. Tanda bahwa dia bisa menanam sebutir lagi pahala dengan menebarkan kebaikan kepada sesama makhluk-Nya. "Untuk bekal saya di akhirat kelak," tandasnya. (c2/dwi)
Editor : Safitri