Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kebakaran TPA Pakusari Jember Sejak 5 Hari Lalu Belum Sepenuhnya Padam

Safitri • Selasa, 23 Agustus 2022 | 19:21 WIB
BELUM PADAM: Petugas terus berupaya memadamkan kebakaran sampah di TPA Pakusari. (BENI BAYU SANJAYA/RADAR JEMBER)
BELUM PADAM: Petugas terus berupaya memadamkan kebakaran sampah di TPA Pakusari. (BENI BAYU SANJAYA/RADAR JEMBER)
KERTOSARI, Radar JemberKebakaran sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) mengganggu sebagian warga di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari. Asap tebal yang terhempas mengikuti arah angin, kontan menjadi penghalang bagi aktivitas sejumlah warga. Salah satu yang terjadi, banyak petani yang tidak bisa ke sawah lantaran khawatir sesak napas.

BACA JUGA : Judi Online Bisa Dipidanakan, Polres Sumbawa Tangkap Para Pelaku

Bahkan, asap tersebut sempat merangsek masuk ke rumah-rumah warga. Namun, warga tidak sampai mengungsi karena takut barang di rumahnya raib dicuri orang. Kebakaran sampah yang terjadi sejak Jumat malam itu pun diharapkan bisa segera padam.

Menurut Layuk, 70, nenek yang tinggal di sekitar TPA Pakusari, asap tebal sempat menyelimuti permukiman warga. Hal itu membuat warga kebingungan, namun mereka tetap bertahan di rumahnya masing-masing. “Kalau ditinggal takut ada maling,” ulasnya.

Dampak lain yang terjadi yakni kebakaran membuat asap tebal di areal persawahan. Akibatnya, sebagian petani yang biasa bekerja di sawah tak bisa bekerja. Selain itu, asap tebal juga membuat jarak pandang terbatas.

Lebih jauh, sebagian warga juga mengalami sesak napas dan mengeluh batuk-batuk. Dampak kesehatan ini pun layak diperhatikan agar warga merasa terlindungi. “Selama kebakaran, asap masuk ke rumah-rumah. Jadi, warga di sini menghirup asap dari kebakaran sampah,” jelasnya.

Dikatakan, di sekitar TPA ada puluhan rumah warga yang terdampak asap. Di sana pun ada anak-anak hingga orang yang lanjut usia seperti Layuk. Bahkan, warga yang mengenakan masker tetap tembus karena udara di sekitar banyak asap.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kebakaran masih terus terjadi di TPA Pakusari. Titiknya cukup sulit dijangkau, karena berada di atas. Petugas pemadam di lokasi juga terus berupaya memadamkan kebakaran TPA tersebut.

Menanggapi kebakaran dan asap tebal yang mengganggu warga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Oki Sugiyarto meminta maaf kepada warga, khususnya yang terdampak. “Kami mohon maaf atas kejadian kebakaran di TPA Pakusari, terutama bagi warga sekitar,” katanya.

Dikatakan, DLH bersama PMK Jember terus berupaya maksimal agar kebakaran segera teratasi. “Bagaimanapun dari DLH serta PMK telah berupaya maksimal untuk sesegera mungkin menangani kebakaran. Namun, perlu dipahami kemampuan kami ada batasnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sejak awal kebakaran hingga saat ini, upaya pemadaman terus dilakukan. “Sebelumnya kami (DLH dan PMK, Red) sudah mengerahkan kemampuan maksimal. Dengan menurunkan lima unit serta tambahan alat berat backhoe untuk memotong penyebaran api agar tidak meluas. Saat ini kami turunkan satu unit untuk stand by di lokasi dalam upaya memadamkan api serta agar asap tidak muncul,” ungkapnya.

Di sisi lain, Oki juga berharap adanya bantuan dari alam, yakni turunnya hujan. “Kami juga berharap ada bantuan alam. Artinya, air hujan bisa turun untuk mengurangi dampak kebakaran. Kalau ada air hujan, otomatis tidak merembet ke mana-mana dan membantu pemadaman,” harapnya. (mg2/c2/nur)

  Editor : Safitri
#Jember #Headline #Kebakaran #Sampah