BACA JUGA : Waspada Gelombang Tinggi Terjadi di Laut Selatan Jawa Barat-Yogyakarta
Skill dalam lomba agustusan ini terkadang dianggap remeh. Padahal, ada bakat dan minat yang tersimpan di situ. Bakat minat ini pun tidak lepas dari keseriusan dan fokus pemain. Namun demikian, dalam lomba agustusan ada juga pertaruhan mental. Terkadang, orang yang banyak tertawa justru keluar menjadi pemenang.
Momen lomba agustusan di halaman Radar Jember juga tidak kalah meriah. Di antaranya ada lomba fashion show, tepung estafet, dan spider ball. Tiga hal ini saja butuh perjuangan yang ending-nya akan dimenangkan oleh yang memiliki skill.
Dalam lomba ini, Direktur Jawa Pos Radar Jember Abdul Choliq Baya dan General Manager (GM) MS Rasyid juga ikut dalam lomba. Namun demikian, soal lomba agustusan, jabatan tidak menjamin orang bisa menang.
Ketua panitia agustusan, Linda Harsanti, menyebut, dirinya melombakan tim untuk menggambarkan bahwa sukses itu hanya bisa diraih dengan kerja sama yang solid. “Seperti lomba spider ball, tidak boleh jatuh," jelasnya.
Lomba kedua adalah tepung estafet. Tim yang tepungnya yang masih banyak dinyatakan menang. "Jadi, harus ada strategi dan kekompakan dari tim untuk memindahkan tepung itu dengan cepat dan tidak banyak terbuang," ucapnya.
Selama perlombaan berlangsung, keseruan dan kemeriahan begitu tampak. Gelak tawa karyawan terus mengiringi selama lomba berlangsung. “Terima kasih kepada panitia, saya menang dalam lomba ini,” kata Beni, karyawan Radar Jember. Di sisi lain, seluruh karyawan saat itu banyak yang berlumuran tepung.
Sementara itu, direktur dan GM dalam lomba tersebut harus puas karena tidak meraih juara satu. Direktur hanya juara 3 spider ball, kalau dengan tim Budi yang juara satu. Sedangkan, tim GM harus puas dengan raihan juara 2 tepung estafet, kalah dengan tim Wawan yang juara 1. Sementara, fashion show terbaik dimenangkan Agus, salah satu karyawan. Sedangkan untuk peserta favorit pilihan warga dimenangkan Imron, editor bahasa di Jawa Pos Radar Jember. (Mg3/c2/nur)
Editor : Safitri