Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cegah Perkawinan Anak, Kampanyekan Kesehatan Reproduksi hingga No Free Sex

Maulana Ijal • Selasa, 2 Agustus 2022 | 00:23 WIB
AWAL YANG BAIK: Kepala DP3AKB Jember Suprihandoko ketika meluncurkan program Kampung Remaja Sehat di Jember, Senin (1/8).
AWAL YANG BAIK: Kepala DP3AKB Jember Suprihandoko ketika meluncurkan program Kampung Remaja Sehat di Jember, Senin (1/8).
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Tingginya angka perkawinan anak di Jember, rupanya menjadi perhatian berbagai pihak. Tak hanya pemerintah, tapi juga elemen masyarakat sipil. Mereka bersama-sama membikin progam pemodelan Kampung Rejama Sehat di dua kelurahan. Yakni, Wirolegi dan Karangrejo di Kecamatan Sumbersari. Dua wilayah ini dipilih, karena angka perkawinan anak cukup tinggi.

Mengambil momentum Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli, Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember melakukan launching pemodelan Kampung Remaja Sehat tersebut, Senin (1/8). Launching yang dibarengi dengan gelar karya anak dan itu, dilakukan oleh Suprihandoko, Kepala Dinas pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember.

Gelar karya anak itu juga dimeriahkan dengan penampilan ekspresi seni anak. Ada baca puisi oleh siswa SLB Kaliwates, pantomim dari anak Wirolegi, seni hadrah dari anak Karangrejo, dan penampilan tarian “Kujaga Diriku” oleh anak-anak SDN Sukorejo 02, Kecamatan Bangsalsari.

BACA JUGA: Pernikahan Dini di Jember Tinggi, Cegah dengan Kampung Remaja Sehat

Beberapa poster karya anak dipajang saat gelar karya berlangsung. Poster itu berisi tentang kampanye kesehatan remaja. Seperti kampanye kesehatan reproduksi, no drugs, no free sex, no violence, cegah kawin anak dan berdamai berprestasi.

Direktur GPP Jember Sri Sulistiyani mengatakan, Kampung Remaja Sehat ini nanti akan memiliki beberapa program yang mendukung segala aktivitas yang menjurus pada kesehatan remaja. Salah satu program kampung remaja sehat itu membentuk komunitas anak remaja dan mengajarkan tentang pentingnya kesehatan alat reproduksi dan pemeriksaan kesehatan. “Juga pembentukan pemuda penggerak untuk membantu menularkan apa yang telah diajarkan dan dipahami,” ujarnya.

Kampung Remaja Sehat ini merupakan program yang diinisiasi oleh beberapa organisasi masyarakat sipil. Seperti Forum Jember Sehat (Forjes), GPP, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), Yayasan Prakarsa Swadaya Masyarakat (YPSM), Muslimat, Fatayat, Aisiyah, Stapa, Tanoker dan didukung oleh USAID Madani. Ke depannya pemodelan Kampung Remaja Sehat ini diharapkan akan ada di beberapa wilayah lain di luar dua kelurahan tersebut.

Program ini, Sulistiyani menuturkan, juga gayung bersambut dengan program DP3AKB sebagai penguatan hak anak, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. “Juga dari unsur pemerintah tingkat kelurahan dan tokoh masyarakat,” tuturnya. (*)

Reporter: Viona Alvioniza

Foto      : GPP Jember for Radar Jember

Editor   : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Perlindungan Anak #pernikahan dini