BACA JUGA : Bikin Gebrakan Layanan Jemput Bola Urus Surat Kehilangan
Sejatinya, toko tersebut telah beroperasi puluhan tahun sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, toko itu terus berkembang. Sehingga bisa menjadi pusat perbelanjaan yang baru dan dilakukan grand opening kemarin. Hal ini dimaksudkan toko Rindang Khatulistiwa telah menjadi pusat rujukan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga dan indekos. Khususnya, masyarakat yang notabene adalah mahasiswa.
Owner Rindang Khatulistiwa Kholid Ashari mengatakan, nama Rindang Khatulistiwa diambil dari gabungan Kholid Ashari dan Endang Budiarti. Nama tersebut menjadi nama keluarga, dengan mencatutkan sebutan rindang terhadap ketiga nama anaknya. "Jadi kami ini adalah keluarga Rindang," katanya saat menyampaikan sambutan.
Toko Rindang Khatulistiwa mempunyai luas total sekitar 3.900 meter, dengan bangunan toko yang mempunyai tiga lantai. Kemudian, toko tersebut juga ramah disabilitas. Mereka bisa berbelanja hingga ke lantai tiga dengan menggunakan kursi roda. "Selain itu, kami juga sediakan lift bagi yang tidak kuat menaiki tangga," imbuhnya.
Karena posisinya berada di tengah keramaian lalu lintas, Rindang Khatulistiwa menyediakan parkir luas yang berada di dalam ruangan. Agar tidak mengganggu padatnya arus lalu lintas. "Di sini termasuk jalur yang sangat ramai, karena dekat dengan kampus terbesar di Jember, jadi kami sediakan parkir yang cukup di sini," terangnya.
Pihaknya berharap, dengan tersedianya peralatan rumah tangga dan indekos terlengkap tersebut, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya mahasiswa. "Jadi mahasiswa nanti kalau perlu, tidak usah jauh-jauh keluar untuk belanja, karena kami telah sediakan di sini, dengan harga yang terjangkau," tegas pria dengan tiga anak tersebut.
Hal itu mendapat sambutan baik dari Bupati Jember Hendy Siswanto, apalagi setelah disampaikan bahwa toko tersebut ramah dengan penyandang disabilitas. "Alhamdulillah, semoga terus berjaya ke depannya, sebab toko ini memang sudah lama menjadi pelengkap dari semua kebutuhan peralatan rumah tangga dan indekos," timpalnya. (mun/c1/nur) Editor : Safitri