Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tuai Protes, Trayek Baru Ajung-Arjasa Via JSG Ditunda

Maulana Ijal • Selasa, 21 Juni 2022 | 15:44 WIB
MENUNGGU PENUMPANG: Sopir angkot sedang menunggu penumpang di Terminal Ajung pada ujicoba trayek baru, kemarin (20/6).
MENUNGGU PENUMPANG: Sopir angkot sedang menunggu penumpang di Terminal Ajung pada ujicoba trayek baru, kemarin (20/6).
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Trayek baru Ajung-Arjasa yang mulai dioperasikan Senin (20/6) kemarin, menuai penolakan dari sopir angkot di Terminal Arjasa. Sebab, para sopir menilai ada beberapa kesepakatan yang tidak dipenuhi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Jember. Seperti Armada yang digunakan tidak berasal dari trayek lama, hingga tidak adanya subsidi yang dijanjikan sebelumnya.

Ketua Paguyuban Insan Transportasi (Pintar) Jember Siswoyo menyampaikan, dalam beberapa kali pertemuan, dirinya sudah menyampaikan masukan berkaitan dengan hal yang perlu diantisipasi. Namun, beberapa hari menjelang peluncuran ujicoba, pemerintah dinilainya melanggar persyaratan yang sudah disepakati sebelumnya. "Ada beberapa hal yang tidak ditepati oleh pemerintah, sehingga pada hari pelaksanan menimbulkan penolakan," ujarnya.

Penolakan tersebut dipicu oleh beberapa hal. Di antaranya armada yang digunakan tidak berasal dari trayek lama, sehingga kondisi armada di terminal menumpuk. "Padahal, usulan Pintar pada saat rapat koordinasi trayek baru diambil dari armada trayek lama," ucapnya.

LIHAT VIDEONYA: Trayek Baru, Terminal Ajung Kembali Berfungsi 

Alasan kedua, dia menambahkan, tidak adanya pengawalan dari kepolisian terkait keamanannya. Padahal yang paling rawan terjadi adalah gesekan sesama sopir angkot dan pengguna becak. "Kami mengusulkan pada saat uji coba agar ada pengawalan dari pemerintah untuk mengantisipasi gesekan antarsopir dan tukang becak," tuturnya.

Ketiga, Siswoyo mengungkapkan, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat dan tidak ada subsidi seperti yang diusulkan. Baik oleh Pintar maupun koperasi selaku operator. Subsidi tersebut dimaksudkan agar selama dalam masa uji coba ada kepastian pendapatan kepada para sopir. "Kami mengusulkan agar ada kepastian pendapatan. Dalam pembahasan kami mengusulkan 14 penumpang dalam satu kali pulang-pergi, kalau hanya dapat 10 maka empatnya disubsidi oleh pemerintah," paparnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Angkutan Dishub Jember Sujarwo menjelaskan, jauh hari sebelum trayek baru ditetapkan, pihaknya sudah melakukan beberapa kali pembahasan dengan melibatkan perwakilan sopir angkot dan paguyuban lainnya. "Sebelumnya sudah kami lakukan kajian dengan melibatkan banyak pihak. Salah satunya dengan perwakilan sopir angkot," jelas Sujarwo kepada Jawa Pos Radar Jember di ruangannya, kemarin (20/6).

Hanya saja, setelah dilakukan uji coba pertama, terjadi beberapa masalah. Di antaranya terjadi gesekan antara sopir angkot di Terminal Arjasa. Gesekan itu dipicu karena armada yang digunakan bukan berasal dari trayek lama, sehingga hanya menambah volume angkot di terminal. "Mereka merasa dengan hadirnya trayek baru menambah jumlah angkot yang parkir di terminal," terang Jarwo.

Saat ini, Sujarwo berkata, Dishub Jember menghentikan sementara uji coba trayek baru dan segera melakukan pembahasan lebih lanjut dengan melibatkan tokoh terkait. "Secepatnya, Selasa (hari ini) atau Rabu besok, kami akan adakan rapat dengan kalangan sopir," imbuhnya.

Pihaknya juga menyatakan kalau belum menyetujui adanya usulan pemberian subsidi tersebut kepada para sopir. "Belum ada persetujuan. Memang tidak ada subsidi," pungkasnya. (*)

Reporter: Achmad Faiz

Fotografer: Tangkapan Layar Video Radar Jember Digital

Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Headline #Ajung-Arjasa #Trayek Baru