Baca Juga : Nekat Cicil THR, Sanksi Menunggu Perusahaan!
Seperti diketahui, megaproyek itu berjalan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air yang membaginya menjadi 30 paket pekerjaan. Merata di 31 kecamatan. Adapun target proyek selesai paling lambat bulan Mei–Juni 2022 mendatang. Sejumlah ruas jalan yang kecipratan proyek ini sempat beberapa kali disidak oleh anggota DPRD maupun Bupati Jember Hendy Siswanto.
Bahkan, Hendy sempat mengeluhkan capaian kontraktor yang dirasa belum memenuhi ekspektasinya. Beberapa kali kesempatan dia turun ke sejumlah lokasi menilai capaian pekerjaan rekanan di bawah target. "Keterlambatan ini jelas melanggar kontrak. Ini harus tetap bisa selesai kalau ada keseriusan dari kontraktor," kata Hendy ketika meninjau proyek perbaikan jalan di ruas Mumbulsari–Karanganyar.
Saat itu, Hendy sempat mengulik kinerja rekanan maupun konsultan pengawas karena dianggap cenderung membiarkan kerja kontraktor yang lelet. Sebab, sikap abai oleh pengawas itu justru dinilai merugikan Pemkab Jember. "Sebagai konsultan pengawas, itu kan dibayar, ngapain saja selama ini? Semestinya harus periksa rutin alat-alatnya, lengkap," sesal Hendy ke seorang konsultan pengawas, kala itu.
Hendy juga meminta kontraktor dan pengawas segera memperbaiki kinerja mereka agar target 1.080 kilometer bisa selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Apalagi, kontrak kerja telah diteken. Apa pun yang terjadi, hitam di atas putih telah tereksekusi, sehingga pengaspalan jalan harus selesai sesuai kontrak kerja. Hal-hal lain kaitan dengan hujan, panas, atau harga naik, selayaknya telah dihitung kontraktor.
Di saat bersamaan, muncul kabar bahwa kondisi aspal hotmix hari ini tengah mengalami lonjakan harga sangat signifikan, yakni sekitar 20 persen. Hal ini berimbas fatal bagi para pengusaha yang sedang mengerjakan proyek-proyek perbaikan jalan.
"Aspal hotmix naik karena kenaikan harga minyak dunia akibat pengaruh perang antara Rusia-Ukraina. Dampaknya, harga naik pada aspal curah dan solar industri," kata Ketua Gapensi Jember Dwi Arya Nugraha Oktavianto.
Menurut dia, harga aspal hotmix semula di kisaran harga Rp 1 juta, namun sekarang naik ke angka Rp 1,2 juta per ton. Sehingga, para kontraktor harus merogoh kocek lebih banyak untuk membeli bahan kepada produsen aspal hotmix.
Kenaikan dipengaruhi lonjakan harga aspal curah dari semula rentang Rp 8.050–8.350, tapi sekarang meningkat ke angka Rp 9.350–9.850 per kilogram. Sementara, solar industri dari harga sebulan lalu hanya Rp 8.700, kemudian saat ini naik menjadi Rp 12.500 per liter. "Karena aspal hotmix naik, kalau ditotal bisa 15–20 persen per ton. Misalkan, kemarin hotmix dengan kadar aspal ACWC 6 persen harganya sekitar Rp 1 juta, sekarang bisa Rp 1,2 juta per ton," urai Vian.
Padahal, lanjut Vian, para kontraktor proyek perbaikan jalan memasang penawaran dengan kebutuhan biaya pembelian aspal hotmix antara Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta per ton. Sehingga, berada jauh di bawah harga yang berlaku sekarang. "Kami berharap ada review anggaran. Itu pun jika Pemkab Jember bersedia," imbuh pria yang juga pengusaha asphalt mixing plant (AMP) ini. Nah, apabila harga naik seperti disampaikan, lantas apakah akan menggugurkan kontrak kerja? (mau/c2/nur) Editor : Safitri