Inilah yang terjadi di Jember. Salah seorang kepala sekolah (kepsek) yang baru dilantik hampir saja menjadi korban penipuan oleh orang yang menyaru sebagai pejabat di Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. Pelaku menawarkan bisa memindah atau menempatkan calon korban ke tempat yang lebih nyaman atau strategis.
Kepala SMP Negeri 1 Jember Syaiful Bahri mengatakan, sekitar pukul 08.15 Wib, dirinya mendapat telepon dari orang yang mengaku sebagai Sukowinarno, Plt Kepala Dispendik Jember. Kepada Syaiful, penelepon mengaku sedang bernegosiasi di Surabaya bersama Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) dan Kementerian. “Orang tersebut mengaku sebagai Plt Kepala Dispendik Jember,” kata Syaiful, Senin (21/3).
Beruntung Syaiful mengenal baik Plt Kepala Dispendik Jember, sehingga dia tak sampai tertipu. Bahkan, mantan Kepala SMPN 7 Jember tersebut menuding bahwa penelepon adalah Sukowinarno palsu. Tahu jika korbannya tak bisa diperdayai, pelaku marah-marah. Dia mengancam akan memutasi Syaiful ke luar Jawa. “Silakan saja kalau saya mau dimutasi. Saya siap," tantang Syaiful.
Rupanya pelaku tidak bekerja sendiri. Karena ada orang lain yang mengaku sebagai Purwanto, staf Pendidikan Menengah (Dikmen) Dispendik Jember. Dia sampai menghubungi nomor telepon kantor SMP. Pelaku meminta calon korbannya menghubungi Plt Kepala Dispendik Jember ke nomor yang diakui milik Sukowinarno. Padahal nomor telepon tersebut adalah milik komplotan pelaku.
Joko Wahyudiyono, Kepala SMPN 12 Jember, juga mengalami hal serupa. Modusnya sama persis. Pelaku menghubungi nomor telepon kantor yang di bagian tata usaha (TU) sekolah. "Pesannya juga sama agar kepala sekolah menghubungi Pak Sukowinarno terkait mutasi," ungkap Joko.
Terpisah, Plt Kepala Dispendik Jember Sukowinarno mengaku tidak pernah memerintahkan atau menghubungi siapa pun terkait isu mutasi tersebut. Dia juga tidak pernah mengganti nomor teleponnya sesuai yang disebutkan oleh para pelaku. “Tolong para kepala sekolah tidak percaya jika ada orang yang mengatasnamakan saya atau lembaga,” imbaunya. (*)
Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal