Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (8/12), para pekerja tengah sibuk melakukan perbaikan. Saat masuk ke dalam GOR, lapangannya juga berubah warna. Karpet hijau tersebut menjadi pembeda. Sedangkan untuk tiang net juga telah dicat. Namun, untuk pencahayaan masih belum begitu terang dan sama seperti sebelumnya.
Kasi Jasa Kontraksi Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Kabupaten Jember Hari Murti mengatakan, perubahan rencana perbaikan GOR Argopuro itu setelah ada informasi dari Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Mereka menyatakan, standar lantai lapangan bulu tangkis adalah memakai karpet, bukan parket kayu. “Karpet itu dipasang permanen dan bisa untuk ajang Porprov tahun depan,” katanya.
Sementara itu, lampu juga menjadi bagian dari pekerjaan. “Pekerjaanya masih belum selesai karena melihat batas kontraknya yaitu 22 Desember,” paparnya.
Walau begitu, pihaknya juga menyiapkan agar Gor Argopuro tersebut bisa dipakai pada Kejurkab Bupati Jember Cup yang diagendakan 10 Desember mendatang. GOR Argopuro sendiri dalam perbaikan tahun ini belum selesai seratus persen. “Tahun depan akan ada perbaikan lagi,” ucapnya.
Tahun ini, kata dia, perbaikannya hanya bersifat esensial dan penting. Salah satunya yaitu mengatasi atap bocor dan lapangan. Dengan begitu, GOR Argopuro bisa difungsikan sebagai sarana berlatih atlet bulu tangkis. Perbaikan tahun depan, salah satunya yaitu bagian fasad depan.
Perlu diketahui, renovasi GOR Argopuro memiliki dua kontrak pekerjaan. Pertama adalah pekerjaan rehabilitasi GOR Argopuro yang mencapai Rp 293 juta. Sementara penataan bangunan dan gedung berupa renovasi mes atlet dan kantor yang nilai kontraknya Rp 199 juta.
Ketua PBSI Jember Erfan Friambodo menambahkan, untuk kejuaraan bulu tangkis yang standar saat ini memang memakai karpet. “Kalau parket kayu sudah tidak standar lagi. Parket kayu itu dulu boleh dipakai, sekarang tidak,” pungkasnya. (dwi/c2/rus) Editor : Ivona