Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gandeng Akademisi agar UMKM Melek Digital

Ivona • Sabtu, 4 Desember 2021 | 22:38 WIB
halalmui.org
halalmui.org
JEMBER LOR, Radar Jember – Dalam kunjungannya, beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sempat menilai bahwa Kabupaten Jember merupakan sentra UMKM di wilayah Tapal Kuda.  Selain letak geografisnya yang strategis, kabupaten yang berada di wilayah timur Pulau Jawa ini juga memiliki lebih dari 1.400 UMKM yang terdaftar. Belum lagi usaha rumahan yang belum terdaftar, yang jumlahnya tentu lebih banyak.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Hendy Siswanto ingin memberdayakan pelaku UMKM dengan maksimal. Sebab, UMKM merupakan denyut nadi perekonomian bagi suatu daerah.

Menurutnya, jika dilihat dari segi kualitas dan kuantitasnya, produk UMKM Jember sudah tak lagi diragukan. Namun, sejauh ini, menurut penilaiannya, masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu mempromosikan produknya secara optimal menggunakan teknologi digital. Padahal, ke depannya masyarakat atau pembeli akan lebih banyak beralih pada transaksi digital.

Oleh karenanya, dia pun bersama seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember melakukan berbagai upaya agar pelaku UMKM di Jember bisa melek digital. "Sekarang itu UMKM kita persoalannya adalah pasarnya. Begitu bikin, produknya jadi, tapi pasarnya nggak ada, kan repot," ungkapnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melalui peningkatan literasi keuangan di kalangan pelaku usaha, dan sosialisasi tentang inklusi keuangan. Untuk melakukannya, Hendy menyebut, pihaknya harus bersinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Pertama yang paling dekat dan mampu mendekatkan diri pada masyarakat pelaku UMKM adalah mahasiswa atau kaum akademisi. "Salah satu dari tri darma kampus adalah pengabdian kepada masyarakat. Jadi, mereka wajib membantu pemkab," katanya.

Tak hanya itu, Pemkab Jember juga berencana untuk menerapkan sistem merger. Yakni menggabungkan beberapa UMKM yang memiliki produk serupa menjadi satu merek. Sistem ini dinilai berhasil membantu pemasaran di beberapa daerah. Dengan demikian, pihaknya dapat dengan mudah memasarkan dan branding produk UMKM setempat.

"Branding itu susah sekali. Keluar duit banyak, tapi belum tentu juga dapat untung atau nggak. Maka, di sini kami akan bantu agar teman-teman lebih mudah mengembangkan bisnisnya," pungkasnya. (del/c2/lin) Editor : Ivona