Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Prioritas Pengaspalan Jalan di Jember: Pilih LHR Tertinggi

Ivona • Senin, 8 November 2021 | 20:39 WIB
MAKIN MASIF: Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan tetap memperhatikan kualitas pengaspalan, baik di wilayah kota maupun desa, agar aspal bisa bertahan lebih lama dan tidak mudah rusak ke depannya
MAKIN MASIF: Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan tetap memperhatikan kualitas pengaspalan, baik di wilayah kota maupun desa, agar aspal bisa bertahan lebih lama dan tidak mudah rusak ke depannya
KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Semua jalan berlubang di Kabupaten Jember menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Jember untuk segera dibenahi. Bahkan, di 31 kecamatan rata-rata selalu ada jalan berlubang, rusak sedang, hingga rusak parah.

Meski begitu, Bupati Jember Hendy Siswanto menjelaskan bahwa pihaknya bakal lebih memprioritaskan jalan dengan lintas harian rata-rata (LHR) tertinggi. Yakni daerah dengan tingkat lalu lintas yang padat. Salah satunya di Kecamatan Ambulu. Apalagi daerah dengan tingkat kecelakaan tinggi, harus segera diatasi.

Sebelumnya, melalui Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA), pihaknya sudah melakukan banyak penambalan jalanan yang berlubang. “Kalau ditanya harus pilih yang mana dulu memang susah, soalnya hampir setiap jalan Jember rusak,” candanya.

Namun, penambalan itu menjadi prioritas untuk menekan angka kecelakaan. Sambil lalu, pihaknya juga telah melakukan overlay alias penambalan keseluruhan di sejumlah titik. “Namun, kalau tahun ini tidak merata, tahun depan bakal dimaksimalkan. Yang penting ditambal dulu,” paparnya.

Lebih lanjut, pria nomor satu di Jember tersebut menegaskan bahwa pihaknya optimistis bakal merampungkan program yang menjadi andalannya itu. Meski memasuki musim hujan, dia menilai bahwa ketepatan penggarapan tersebut bergantung pada petugas di lapangan. “Pengaspalan yang bagus memang siang hari, tetapi kalau musim hujan, ada teknologi yang bisa dipakai,” terangnya. Artinya, cara yang dipakai untuk menjaga supaya panas aspal memenuhi standar pengaspalan meski menggarap pada malam hari.

Selain itu, dia menerangkan bahwa pihaknya bakal melakukan pengawasan penuh kepada rekanan atau pemenang tender pengaspalan selama menggarap jalan rusak. Salah satunya dengan tidak akan membayar penuh jika pengaspalan tidak sepenuhnya rampung. “Namun, kalau kualitasnya buruk, tahun depan harus berpikir ulang untuk ikut proyek lagi,” tegasnya.

Harapannya, para kontraktor memiliki rasa tanggung jawab terkait proses pengaspalan tersebut. “Kita punya uang sedikit, harus dimaksimalkan mutu aspalnya,” pungkasnya. Dengan begitu, uang yang lain bisa dialokasikan untuk pengerjaan yang lain. Sementara itu, proses pengaspalan tetap berlanjut dengan mutu yang bagus.

Reporter : Isnein Purnomo

Fotografer : Dokumentasi Radar Jember

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Ivona
#jalan rusak #Headline