Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Duasisi Coffespace, dari Kopi Percobaan Menjadi Andalan

Ivona • Senin, 23 Agustus 2021 | 20:35 WIB
KARYA LOKAL: Hafezd dan Fikri meracik coconut white andalan Duasisi Coffespace di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.
KARYA LOKAL: Hafezd dan Fikri meracik coconut white andalan Duasisi Coffespace di Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.
SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Dua pria muda tampak sibuk meracik kopi. Ada yang hangat dan ada yang dingin. Keduanya fokus melayani pesanan orang. Baik yang datang langsung maupun yang daring. Tidak lama kemudian, kopi itu siap dinikmati.

Seperti pada umumnya, Mochamad Hafezd As’ad dan Fikri Fadilla hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk menyelesaikan racikannya. Duasisi Coffespace itu kini punya panggung tersendiri bagi sebagian pencinta kopi. “Awalnya dulu, ya, sepi. Alhamdulillah, sekarang banyak pelanggan,” kata Hafezd yang baru menyelesaikan pembuatan kopi pesanan pembeli.

Dalam dunia perkopian, Duasisi Coffespace tergolong baru. Ibarat balita, tempat ini baru berusia dua tahun pada 24 Agustus besok. Tetapi, jangan salah, langganannya telah banyak dari luar kota. Maklum, mahasiswa dan komunitas juga kerap menjadi langganan untuk nongkrong di pinggir Jalan Bengawan Solo, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu.

Hafezd mengaku, terjun ke bisnis kopi karena di seantero kabupaten/kota di Indonesia banyak pencinta dan penikmat kopi. Melihat Jember dan kabupaten sekitar kaya akan hasil produksi kopi, semakin memantapkan tekadnya untuk berjualan minuman hitam pekat itu. Dua tahun lalu, sekitar enam bulan sebelum pandemi, dia menjual kopi dengan promo beli segelas kopi, gratis segelas lagi.

Selama dua tahun itulah, Hafezd banyak melakukan percobaan. Sambil jualan, dirinya tetap melakukan ‘penelitian’ demi mendapatkan racikan kopi yang disukai banyak orang. Otomatis, kala itu cita rasa yang ditawarkan masih berubah-ubah. Hingga akhirnya, dia menemukan racikan kopi andalan yang diberi nama coconut white.

Dalam meracik kopi, pikiran Hafezd tak sekadar menyasar kaum Adam. Akan tetapi, dirinya berupaya menyajikan kopi yang sesuai dengan lidah kaum perempuan. Apalagi, tren ngopi bukan saja disukai pria, tetapi merambah pada wanita juga. Hanya, banyak orang yang masih menganggap tabu jika ada perempuan ngopi. Padahal, cita rasa kopi bisa disesuaikan dengan minat masing-masing orang. “Jadi, pencinta kopi bermacam-macam. Ada yang suka kopi murni, ada yang suka pakai susu, ada yang suka arabika, robusta, dan banyak macamnya. Saya berpikir, saya harus bisa membuat kopi yang disukai perempuan juga,” urainya.

Pria yang baru-baru ini menyukai olahraga sepeda itu menyebut, racikan coconut white yang menjadi andalannya banyak yang mengira brand dari luar kota. “Padahal, ini racikan asli orang Jember. Jember yang kaya akan kopi, punya peluang besar untuk mengenalkan brand ke luar kota,” ulasnya.

Photo
Photo


Berbicara kopi memang disesuaikan selera. Nah, kopi miliknya merupakan racikan dari arabika, robusta, susu, krim, dan gula. Racikan kopinya justru meningkat di masa PPKM dibanding sebelumnya. “Jujur, ya, pada masa PPKM penjualan meningkat. Kalau pas ramai, bisa sampai enam kilogram,” papar Hafezd, yang juga menyebut banyak pembeli yang memesan daring atau untuk dibawa pulang.

Menurut dia, bisnis kopi di Jember cukup bagus. Setiap tempat menawarkan cita rasa yang berbeda dan khas pula. Semakin banyak perbedaan racikan kopi, menurutnya, akan mengangkat Kabupaten Jember. “Cukup lama kami bergantung pada brand luar. Padahal, potensi Jember sangat terbuka. Menurut saya, harus berani membuat kopi sendiri sehingga nama Jember dikenal luas,” ujarnya.

Sementara itu, Fikri Fadilla, mahasiswa yang masih kuliah di Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Unej, menyebut, meski dirinya menjadi peracik kopi, namun konsumsinya tetap dibatasi. “Kalau kebanyakan juga tidak baik. Intinya, kalau mau ngopi pagi, makan dulu lebih baik,” jelasnya.

Duasisi Coffespace juga banyak menyajikan beberapa jenis kopi selain coconut white yang menjadi andalan. Misalnya, americano yang banyak disediakan di tempat lain, moccacino atau yang lain. Tetapi, jika datang ke tempat itu tidak menyebut menu kopi yang dipesan, maka akan disajikan coconut white. Sudah mencobanya belum?

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona
Ekonomi Headline Bisnis Kopi