Rizal yang juga pelajar MAN 2 itu dibantu oleh Andi Kurniawan, pelajar SMPN 10, dan Dwi Pratama. Mereka kemudian bergegas mengaitkan bendera pada tripod dan siap melambaikan tangan saat kereta api melintas.
Setelah kereta api lewat, kini giliran mereka yang melakukan upacara dengan penghormatan bendera. Tiang bambu ditancapkan di sela-sela batu, kemudian mereka berdiri tegak dan memberikan hormat kepada bendera merah putih. “Tenang, aman! Tidak ada kereta lewat,” ucap mereka. Remaja pencinta kereta api tersebut tahu betul jadwal keberangkatan kereta. Sehingga, mengetahui cara aman bagaimana upacara di jalur kereta.
Karena masih pandemi, maka mereka tidak mengundang banyak orang. Harapannya, dalam upacara di rel kereta api tersebut, moda transportasi masal itu tetap tangguh di menghadapi pandemi. Sebab, dia mencatat, pagebluk begitu berdampak. Jika sebelumnya kereta yang beroperasi bisa sampai 12 kereta, kini hanya tersisa tiga sepur saja. “Semoga kembali pulih dan banyak kereta yang lewat lagi,” harap Rizal.
Reporter : Maulana, Dwi Siswanto dan Juma’i
Fotografer : Dwi Siswanto
Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona