Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Harapan Dibalik Penghormatan di Areal Rel Kereta Api

Ivona • Rabu, 18 Agustus 2021 | 16:54 WIB
CINTA INDONESIA: Pencinta kereta api menggelar upacara bendera HUT Kemerdekaan RI di jalur kereta sekitar Jalan Mawar, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, kemarin (17/8).
CINTA INDONESIA: Pencinta kereta api menggelar upacara bendera HUT Kemerdekaan RI di jalur kereta sekitar Jalan Mawar, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, kemarin (17/8).
PATRANG, RADARJEMBER.ID – UPACARA unik lainnya juga dilakukan oleh sekelompok remaja penggemar kereta api. Bahkan, mereka sampai menggelar upacara bendera sekaligus merefleksikan jiwa nasionalisme para pejuang di pinggir rel kereta. Inilah yang dilakukan M Rizal Adi Pratama bersama lima kawannya. Pagi kemarin, mereka melakukannya di sekitar perlintasan kereta api Jalan Mawar, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang.

Rizal yang juga pelajar MAN 2 itu dibantu oleh Andi Kurniawan, pelajar SMPN 10, dan Dwi Pratama. Mereka kemudian bergegas mengaitkan bendera pada tripod dan siap melambaikan tangan saat kereta api melintas.

Photo
Photo
Tiang bambu ditancapkan di sela-sela batu, kemudian mereka berdiri tegak dan memberikan hormat kepada bendera merah putih.

Setelah kereta api lewat, kini giliran mereka yang melakukan upacara dengan penghormatan bendera. Tiang bambu ditancapkan di sela-sela batu, kemudian mereka berdiri tegak dan memberikan hormat kepada bendera merah putih. “Tenang, aman! Tidak ada kereta lewat,” ucap mereka. Remaja pencinta kereta api tersebut tahu betul jadwal keberangkatan kereta. Sehingga, mengetahui cara aman bagaimana upacara di jalur kereta.

Karena masih pandemi, maka mereka tidak mengundang banyak orang. Harapannya, dalam upacara di rel kereta api tersebut, moda transportasi masal itu tetap tangguh di menghadapi pandemi. Sebab, dia mencatat, pagebluk begitu berdampak. Jika sebelumnya kereta yang beroperasi bisa sampai 12 kereta, kini hanya tersisa tiga sepur saja. “Semoga kembali pulih dan banyak kereta yang lewat lagi,” harap Rizal.

Reporter : Maulana, Dwi Siswanto dan Juma’i

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih Editor : Ivona
#Headline