Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Meraup Cuan di Bisnis Pepaya California

Ivona • Senin, 16 Agustus 2021 | 17:48 WIB
MENJANJIKAN: Prospek pepaya california kini tengah melonjak, seiring tingginya permintaan di kalangan masyarakat. Tak hanya di Jember, tetapi juga bisa mencapai ke Jawa Timur dan Bali.
MENJANJIKAN: Prospek pepaya california kini tengah melonjak, seiring tingginya permintaan di kalangan masyarakat. Tak hanya di Jember, tetapi juga bisa mencapai ke Jawa Timur dan Bali.
PUGER, RADARJEMBER.ID – Pepaya california saat ini cukup mudah untuk ditemukan dan menjadi buah yang dikonsumsi sehari-hari. Tidak hanya di supermarket, di kios-kios kecil pinggir jalan pun kerap ditemui.

Pepaya california merupakan salah satu jenis pepaya yang sangat populer di masyarakat. Buah yang tumbuh di dataran rendah sampai medium dengan pengairan yang relatif minim ini rupanya sangat prospektif jika dibudidayakan. Satu pohon bisa menghasilkan puluhan buah. Tinggi batangnya cukup pendek, yaitu hanya mencapai satu meter, membuat waktu panen menjadi jauh lebih singkat dibandingkan jenis pepaya lainnya.

Kini, pepaya jenis ini banyak dibudidayakan oleh para petani di berbagai daerah karena peluang usahanya sangat menjanjikan dan punya banyak keunggulan. Selain juga karena tingginya permintaan pasar, harganya pun cukup bersaing. Pepaya berukuran kecil dengan bobot rata-rata Rp 1,3 kilogram per buah ini banyak dijual di supermarket besar maupun pasar lokal.

Salah seorang petani yang sudah memetik hasil dari usaha berkebun pepaya california adalah Hendro Saputro. Dalam satu hektare lahannya, warga Kecamatan Puger ini menanam lebih dari 1.600 pohon. “Umur enam bulan sudah bisa panen,” ungkapnya.

Rata-rata buah pepaya california bisa dipanen setiap 10-15 hari sekali. Dan dalam satu kali proses panen bisa menghasilkan empat ton. “Kami panen dua kali dalam satu bulan, berarti produksi kami mencapai delapan ton,” tambah Hendro.

Apalagi, lanjut dia, harga di pasaran sedang baik. Mencapai Rp 3.200 per kilogram. “Jadi, dalam satu hektare kami bisa meraup untung puluhan juta rupiah. Marketshare pun sangat bagus,” terangnya. Selain pemenuhan kota-kota di Jawa Timur, dia juga mengirim sampai ke Bali.

Reporter : Radar Jember

Fotografer : Hendro Saputro For Radar Jember

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Ivona
#Ekonomi #Bisnis