Di balik penampilannya yang sederhana, ternyata perempuan yang karib disapa Mimin ini adalah wanita tangguh. Sejak lama ia bergabung dengan Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember untuk melakukan advokasi sekaligus pemberdayaan terhadap perempuan. GPP merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang perempuan.
Wanita ini tinggal di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji. Kini, dia menjadi Koordinator Kebun Sayur Pasar Kita GPP Jember. Bersama teman-temannya, Mimin terus mengampanyekan pentingnya menanam sayur di sekitar rumah. "Asal ada kemauan, setiap halaman rumah bisa ditanami sayur," katanya.
Beberapa tahun lalu, Mimin dan sejumlah temannya mulai mendatangi rumah-rumah warga yang mau menanam sayur di halaman rumah. Mulai dari bibit tanaman, pupuk, hingga media tanam sederhana dia bawa. Itu untuk merangsang agar banyak perempuan yang memanfaatkan pekarangan rumah menjadi kebun sayur.
Setiap seminggu atau sebulan sekali ada saja perempuan yang ikut menanam sayur di sekitar rumahnya. Kini, sudah ada puluhan orang yang punya kebun sayur mini di depan rumah mereka, di samping dan belakang rumah, atau di tempat lain. "Ada 40 orang lebih yang aktif," tuturnya.
Sayuran yang ditanam pun cukup variatif. Ada kangkung, bayam, sawi, wortel, serta sayur lain yang dapat ditanam di pekarangan. "Jadi, puluhan orang itu sudah tidak bingung mau masak sayur apa. Kalau variatif, setiap hari bisa dipanen," ucapnya.
Suatu ketika, perempuan atau ibu rumah tangga yang ikut menanam sayur dilombakan. Caranya sederhana. Siapa yang menanam sayur dengan perawatan yang baik akan mendapatkan hadiah. "Saat ibu-ibu mendapatkan piala, mereka senang sekali. Jadi, tanaman sayur di sekitar rumah manfaatnya juga kembali kepada pemilik rumah itu sendiri," ungkapnya.
Dalam perkembangannya, puluhan perempuan yang telah menanam sayur tidak sekadar mengonsumsi sayurannya sendiri. Terkadang, ada warga lain yang membelinya. Bahkan, sayur tersebut juga dapat ditukar alias dibarter dengan kebutuhan yang lain. "Yang sering itu, biasanya ditukar sama ikan, tempe, atau yang lain. Banyak juga yang dibeli," urainya.
Nah, manfaat di balik kebun sayur di sekitar rumah warga itu, yakni dapat membantu perekonomian warga Jember. Selain itu, dapat membuat pekarangan rumah lebih asri dan dapat membuat udara sekitar rumah menjadi lebih sejuk. "Apalagi pada masa pandemi seperti sekarang, itu sangat membantu. Tidak bingung cari sayur, bisa dibarter maupun dijual," pungkasnya. (c2/rus)
Reporter: Nur Hariri
Fotografer: GPP for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Alvioniza