Proses perbaikan lantai alun-alun itu sebelumnya menyentuh saluran air agar tidak menggenangi jalan. Proses pengerjaan selanjutnya berganti pada trotoar yang rusak. Beberapa hari terakhir ini, pembongkaran dilakukan di beberapa sisi lantai alun-alun. "Itu hanya perawatan terhadap bagian yang rusak saja," kata Eko Verdianto, Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Pemkab Jember.
Perawatan tersebut, lanjut Eko, dilakukan di bagian pinggir penahan trotoar maupun di bagian trotoar yang mrotol. Karena sifatnya hanya perawatan, maka proses pengerjaan pun tidak dilakukan dengan tender maupun lelang. "Dikerjakan secara swakelola," jelasnya.
BACA JUGA : Kantor Diimbau WFH, Jam Malam Dimajukan
Sementara itu, salah seorang pegawai di lokasi alun-alun, Jujuk, menuturkan, hingga kemarin perawatan terus dilakukan. "Semua yang rusak diperbaiki. Ini masih berlangsung," ucapnya.
Sementara itu, Nur Hadi, warga asal Kaliwates yang sedang bersantai di alun-alun, menilai, perbaikan trotoar di pusat kota itu cukup penting. Apalagi, warga yang singgah bukan hanya warga Jember, tapi juga orang luar kota. “Biasanya mampir di sini, karena merasa nyaman," tuturnya.
Selain itu, Nur Hadi mengaku, adanya beberapa lantai yang rusak memang mengganggu. Sebab, alun-alun kerap menjadi tempat olahraga dan tempat bermain. "Sudah seharusnya ada perawatan. Kalau perlu tahun depan dibangun lebih bagus lagi," pungkasnya.
Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Jumai
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital