Tidak seperti hari-hari biasa, para skater tersebut jumlahnya cukup banyak. Bahkan, mereka mulai bermain papan luncur sejak siang hingga sore. Ternyata mereka berkumpul dalam rangka Hari Skateboard Sedunia. “Setiap 21 Juni kami merayakan Hari Skateboard Dunia,” ucap Rahadian Azhari Maulana, Ketua Djember Skateboard.
Wajar saja bila yang hadir banyak skater hingga luar kota. Meski yang terbanyak tetap dari Jember, tapi juga ada yang dari Situbondo, Banyuwangi, dan Bondowoso. Sebagian juga ada yang dari Surabaya.
Kendati gawe itu cukup besar se-Tapal Kuda dan dihadiri banyak tamu undangan, tapi Rahadian justru kurang percaya diri. Lantaran hingga saat ini, Jember tidak punya arena bermain skateboard atau yang disebut skatepark. “Waduh, kalau bilang skatepark ini ya malu,” tuturnya.
Sebenarnya, kata dia, Jember sudah punya, tapi hanya mini skatepark. Namun, fasilitas itu bukan dari pemerintah, melainkan pribadi. Bila menengok daerah tetangga, Jember ketinggalan. “Banyuwangi itu punya empat skatepark. Dua dibangun pemerintah, dua bisa dikatakan milik swasta atau pribadi. Sedangkan Lumajang juga punya dan dibangun pemerintah. Kalau Bondowoso sendiri, belum punya,” terangnya.
Tidak adanya skatepark tersebut membuat banyak skater dari Jember bermain skateboard di jalanan dan alun-alun. Padahal, skateboard ini adalah salah satu cabang olahraga prestasi. “Jember itu ada yang prestasinya sampai nasional. Anak Ajung, dan sekarang tinggal di Amsterdam, Belanda. Tinggal di sana ya karena skateboard,” jelasnya.
Rahadian juga pernah mengajukan skateboard sejak era kepemimpinan Bupati MZA Djalal. Namun tak kunjung terealisasi. Sedangkan pada tahun ini, para skater Jember memahami kondisi pemerintahan. “Kami paham ada hal yang lebih penting. Salah satunya yaitu jalan rusak. Karena di mana-mana jalan rusak. Tapi, harapan besar kami dibangunkan skatepark,” paparnya.
Terpisah, anggota DPRD Jember Agusta Jaka Purwana sempat mengatakan, tidak hanya skatepark yang tidak memiliki lokasi latihan pasti. Olahraga lain yang beriringan, yaitu sepatu roda, juga sama. “Bahkan dulu sempat latihan di gudang tembakau,” terang Agusta, yang juga sebagai orang tua atlet sepatu roda tersebut.
Sementara itu, Putri, yang merupakan anggota baru komunitas Djember Skateboard, mengaku baru dua bulan ikut skateboard dan merasakan bagaimana kenikmatan bermain papan luncur. Apalagi, aktivitas itu juga dapat mengurangi ketergantungan gawai.
Setiap harinya, Putri bersama anggota yang lain biasanya latihan di alun-alun kota dan jalanan yang sepi. Sebab, di Jember belum ada tempat khusus latihan skateboard yang bisa menampung mereka. “Semoga saja ada fasilitas skatepark di Jember,” harapnya.
Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital