Sejak dibuka pada Juli tahun lalu, setelah sempat ditutup akibat pandemi, wilayah perkebunan yang disulap menjadi tempat wisata ini juga menyiapkan spot foto di kebun teh yang dibangun sejak tahun 2017. Manajer PTPN XII Kebun Gunung Gambir Heru Santoso mengungkapkan, salah satu tambahan yakni sasak gantung. “Biasanya pengunjung yang datang langsung ke jembatan yang di bawahnya ada kebun tehnya,” katanya.
Kawasan tersebut, lanjut dia, memang telah dibuka untuk umum setelah sebelumnya sempat ditutup untuk umum. Karena masih pandemi Covid-19, setiap pengunjung yang datang menjalani pengecekan suhu badan oleh petugas setempat. “Selain itu, pengunjung yang datang harus menggunakan masker dan disemprot cairan disinfektan oleh petugas,” lanjut Heru.
Apalagi, wisatawan yang berkunjung ke Gunung Gambir tak perlu lagi mengkhawatirkan kondisi jalan, karena sudah diaspal. Bahkan, di sekitar wisata juga sudah dibangun kafe untuk pengunjung. Namun, untuk parkir kendaraan roda dua dan empat masih kurang.
Sementara, pantauan Jawa Pos Radar Jember, pengunjung yang datang harus hati-hati. Sebab, jalan menuju lokasi berkelok-kelok dan sempit. Karena banyaknya wisatawan yang datang, maka terjadi antrean kendaraan. Belum lagi di kala kondisi hujan, jalan menjadi lebih licin dari biasanya. Editor : Radar Digital