Manajer Persaid Eko Puji Purwanto mengatakan, saat ini Persaid masih berupaya menjaring sejumlah pesepak bola untuk melengkapi skuad yang ada. “Kami masih punya satu tim. Setidaknya ada tiga tim dengan total 21 pemain minimal,” jelas Anto.
Karena masih baru, lanjut Anto, dia masih mengupayakan untuk sosialisasi ke sejumlah kecamatan. Dengan persiapan yang pas-pasan itu, di saat bersamaan, Persaid juga direncanakan akan turun di kompetisi perdananya. Pada Piala Gubernur Jakarta pada 2021 mendatang.
Rixhi, pelatih Persaid, membeberkan, dalam kompetisi itu Persaid bisa menjadi satu-satunya klub asal Jember yang mewakili Jawa Timur. “Kami jadi tim satu-satunya. Sementara, finansial dan anggaran kami masih berjuang sendiri,” jelasnya.
Upaya menambal kekurangan amunisi itu bukan tidak pernah dilakukan. Pihaknya sendiri sempat mengajukan proposal, bantuan, dan hearing dengan pemerintah daerah. Namun, sejauh ini belum terlihat bentuknya. “Selama ini kami lebih banyak didukung pesepak bola nasional asal Jember. Seperti Bayu Gatra, Slamet Nur Cahyo, Rizky Dwi, Cakra Yuda, Made Wirawan,” bebernya.
Untuk diketahui, di level nasional sebenarnya sudah ada timnas sepak bola amputasi. Bahkan sudah pernah juara dua kali di tingkat Asia Tenggara pada 2018 dan 2019. Hal itu yang membuat mereka yakin bahwa pesepak bola Persaid Jember bisa unjuk kemampuan seperti halnya klub-klub sepak bola pada umumnya. Editor : Safitri