Afif, Sebulan Hafalkan 2000 Hadis

Safitri • Dipublikasikan Selasa, 24 November 2020 | 17:53 WIB
KREATIF: Lik Eko Hadi Minarno membentuk paralon menjadi mobil-mobilan di rumahnya di Kaliwates.
KREATIF: Lik Eko Hadi Minarno membentuk paralon menjadi mobil-mobilan di rumahnya di Kaliwates.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Namanya Muhammad Afif Zein, asal Kecamatan Kalisat. Diusianya yang masih muda, pemuda ini sudah hafal ribuan hadis. Bahkan dia bisa menghafalkan 2000 hadis dalam sebulan saja. Hafalan itu dibuktikannya dalam ajang kompetisi menghafal hadis di Bogor, Jawa Barat. Afif yang merupakan santri Ponpes Alquran Ibnu Katsit Jember ini, berhasil juara.

Afif bercerita, menghafal hadis mulai 2019. Sejak awal dia memang membidik kompetisi menghafal hadis. Dimulainya menghafal Hadis Bukhori-Muslim. “Tahun 2018 kakak kelas saya ikut dauroh (lomba menghafal hadis, Red), tapi belum menang. Pada 2019 ada program dauroh lagi, baru saya ikut,” kata Afif.

Beberapa hari sebelum pemberangkatan dauroh, dia mulai menghafal 50 halaman hadis muttafaq alaih. Hafalan, bagi Afif bukan sesuatu yang baru. Sebab dia selama ini konsen di hafalan Alquran.

Kompetisi dauroh tersebut digelar selama 40 hari. Diikuti sekitar 60 peserta dari Indonesia dan luar negeri. Setiap peserta ditarget menghafal 20 halaman kitab hadis per hari. “Karena sudah punya bekal lima puluh halaman, saya hanya muroja’ah (mengulang) dan langsung setoran,” ujarnya.

Berikutnya dari 60 peserta yang ikut, satu persatu dieliminasi. Namun Afif bisa sampai pertengahan. Namun saat dipertengahan, terkadang pikiran pesimis Afif mulai muncul. Sebab dia melihat banyak peserta yang berguguran akibat tidak mampu menghafal. “Malah dari awal sempat minder melihat yang lain. Saya melihat peserta pulang karena tidak kuat hafalan," ungkapnya.

Kitab hadis yang wajib dihafalkan dalam kompetisi itu berjumlah tiga jilid. Setara dengan 2000 hadis. Namun, tak banyak peserta yang mampu menghafalkan hadis sampai hatam. Hanya terdapat enam peserta saja yang hampir mencapai target kompetisi. Dan Afif adalah salah satunya.

“Enam orang pemenang dipilih dari segi banyaknya hadiss yang dihafal dan kuat tidaknya hafalannya,” ungkap santri yang juga mahasiswa di Universitas Islam Jember tersebut.

Berkat kemenangannya tersebut, dia mendapatkan hadiah umroh. Pada akhir 2019 dia sudah berangkat. Sebelum pandemi korona.

"Saat kembali ke masyarakat nantinya, orang-orang tidak akan langsung bertanya ayat atau hadits saja. Tetapi lebih banyak yang akan bertanya tentang amaliah sehari-hari atau berkaitan dengan fikih. Jadi saat ini saya belajar untuk mengahfal dan memahami fikih sebagai bekal pulang ke masyarakat kelak," harapnya. Editor : Safitri
Jember santri Agama