Informasi yang berhasil di himpun Jawa Pos Radar Semeru, peristiwa itu terjadi setelah semua tahanan melakukan salat subuh berjamaah. Seketika itu juga, empat orang ini langsung menuju tembok yang sudah dilubangi menggunakan kayu. Bahkan seusai aksinya, mereka meninggalkan tulisan yang cukup puitis.
"Maaf kami numpang lewat kami rindu keluarga," kurang lebih seperti itu sepenggal tulisan yang ditinggalkan para tahanan tersebut. Jejak tulisan ini diletakkan persis di dalam selempitan tumpukan baju oranye yang digunakan ketika mendekam dalam rutan Mapolres Lumajang.
Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Masykur mengatakan, rencana melarikan diri itu telah direncanakan jauh-jauh hari. Sebab, mereka mampu melubangi tembok ruang tahanan yang langsung tembus ke dapur rumah warga di belakang mapolres. Tentu mereka sudah melakukan pemetaan dengan matang.
Padahal, pihaknya sudah melakukan antisipasi dan pencegahan sedini mungkin. Seperti tidak memberikan aliran listrik di sekitar ruang tahanan. Termasuk rutin mendata satu-persatu tahanan setiap saat. "Waktu salat itu jumlahnya pas, lakok ndilalah paginya kami ketahui ada lubang di ruang tahanan," jelasnya.
Lubang yang tembus rumah warga tersebut kini sudah ditambal. Seorang bisa ditangkap. Dan saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pengejaran pada tiga tahanan lainnya yang masih lolos. "Kemungkinan dua arah Kedungjajang, dua arah Tanggul. Satu sudah kena, lainnya masih pengejaran," pungkasnya. Editor : Radar Digital