Inilah yang dilakukan sejumlah anak di permukiman tak jauh dari Stasiun Mangli, Kaliwates. Mereka terlihat asyik bermain di atas rel kereta sembari menunggu beduk Magrib. Hanya saja, hal ini tak bisa dilakukan setiap waktu. Sebab, perjalanan kereta menjadi ancaman bagi keselamatan. Anak-anak itu berani bermain, karena jadwal perjalanan kereta sedang ditangguhkan. "Jadi, suasananya enak, tenang. Lagian kami juga dianjurkan tidak keluar jika tak ada kepentingan," kata Hafidz, bocah yang tinggal sekitar rel.
Sebelum wabah korona, kata dia, kereta api sudah terbiasa lalu lalang di rel itu. Biasanya, antara pukul 16:05 dan pas menjelang Magrib. Tapi karena saat ini perjalanan kereta api banyak yang dibatalkan, sehingga mereka tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. "Seru. Suasananya enak untuk main bareng teman-teman. Apalagi, puasa sebelumnya tak pernah seperti ini," tambah M Kamal, mahasiswa IAIN Jember yang sedang di lokasi tersebut.
Menurutnya, ketimbang keluyuran tidak jelas atau ikut balapan liar yang belakangan marak terjadi, dia lebih memilih bermain di lokasi sepi. Selain lebih aman, di tempat seperti itu dia juga bisa menikmati senja. "Mending ngabuburit seperti ini. Karena banyak cara untuk menunggu azan Magrib," tandasnya. Editor : Safitri