Bahkan, di sekeling jantung kota Rambipuji itu, puluhan tenda berukuran 2x3 meter berwarna kuning kombinasi hitam, tampak berjajar dan dijadikan tempat PKL mangkal menggelar dagangan.
"Alhamdulilah Alun-Alun Rambipuji saat ini beda bila dibandingkan sebelumnya. PKL menggunakan tenda bongkar pasang dan warnanya seragam," terang Sukowinarno, Camat Rambipuji.
Dia mengatakan, selain lebih enak dipandang, arus lalu lintas di seputaran alun-alun dan kantor Kecamatan Rambipuji tersebut juga tidak tersendat.
"Aktifitas PKL di Alun-Alun Rambipuji ini dimulai pukul 14.00 sampai pukul 21.00. Kecuali malam Minggu hingga pukul 22.00. Penataan PKL ini lebih menguntungkan pedagang," tambahnya.
Sementara itu, Galih Slamet Riyadi, pedagang aneka gorengan di ruang terbuka hijau (RTH) Alun-Alun Rambipuji tidak lagi menggunakan terpal saat berjualan seperti dulu.
"Senang banget berjualan di sini, apalagi setelah dilakukan penataan PKL. Bahkan penghasilan saya ikut meningkat," ungkap pedagang yang mangkal persis di depan kantor kecamatan.
Menurut pria asal Kudus Jawa Tengah dan telah berjualan selama delapan tahun tersebut, di saat akhir pekan, pengunjung alun-alun tersebut melebihi hari biasa. Bahkan ada juga warga yang berasal dari Jember kota mendatangi tempat tersebut. (*) Editor : Radar Digital