Humas PT Semen Imasco Asiatic Susanto mengatakan, untuk meningkatkan budaya keselamatan kerja, pihaknya melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menggelar simulasi penggunaan APD. Bahkan, perusahaan menyediakan lokasi khusus untuk melatih para karyawan di areal perusahaan tersebut.
Di sarana pelatihan itu, para pekerja bukan cuma diajarkan menggunakan APD, mereka juga dilatih bagaimana cara mengatasi gangguan listrik, mencegah kepanikan ketika terjadi guncangan di ketinggian, memadamkan api, serta memberi pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan kerja. Semua sarana pelatihan itu dibuat semirip mungkin sesuai aslinya. Lengkap dengan pompa hidrolis yang menghasilkan efek guncangan.
Di lokasi yang sama, pekerja juga dikenalkan teknik agar tak cedera jika terjatuh dari ketinggian dan menjaga keseimbangan tubuh. Ini untuk mengurangi tingkat kefatalan jika sampai terjadi kecelakaan. Meskipun setiap pegawai bekerja di ketinggian, mereka dibekali perlengkapan keselamatan diri, seperti sabuk dan tali pengaman.
Susanto memaparkan, selain karena K-3 merupakan bentuk perlindungan yang dilakukan perusahaan bagi para pegawai, penyediaan fasilitas pelatihan ini juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Apalagi, perlindungan dan kesehatan di tempat kerja adalah hak mendasar bagi mereka. Sarana pelatihan itu juga bertujuan mengurangi risiko kecelakaan kerja. “Karena bagi perusahaan kami, keselamatan kerja adalah hal utama,” katanya, kemarin (27/6).
Tak hanya itu, semua pekerja juga dijamin asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Dengan demikian, setiap karyawan bisa tenang saat bekerja. “Kami juga mengikutkan pekerja ke asuransi BPJS Kesehatan. Jadi, perlindungan yang diberikan sudah double protection,” jelasnya.
Susanto mengungkapkan, masih ada upaya lain yang dilakukan untuk mendukung K-3, yaitu kampanye melalui pemasangan spanduk tentang keselamatan kerja di sejumlah titik proyek pembangunan pabrik. Tujuannya agar kesadaran dan budaya selamat dalam bekerja semakin meningkat. “Perusahaan juga memiliki program internal mengenai K-3. Seperti identifikasi bahaya dan peningkatan kompetensi karyawan. Dan program K-3 ini akan terus kami tingkatkan serta kami evaluasi secara berkala,” tandasnya. (*) Editor : Radar Digital