Radar Jember – Konklaf pemilihan paus di Vatikan telah terlaksana.
Robert Francis Prevost, 69, asal Chicago, Illinois, Amerika Serikat, telah terpilih sebagai paus baru.
Menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada April lalu.
Dalam sidang pemilihan paus di Kapel Sistina, Vatikan, 7-8 Mei lalu, rupanya ada orang Indonesia di antara 112 kardinal lainnya.
Dialah Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo.
Bukan hanya seorang tokoh penting dalam Gereja Katolik Indonesia, ia juga simbol kepemimpinan yang penuh integritas dan kerendahan hati.
Sebagai Uskup Agung Jakarta dan Ordinarius Militer Indonesia, ia merupakan kardinal ketiga dalam sejarah Gereja Katolik di Tanah Air.
Dikutip dari press.vatican.va, Suharyo lahir di Sedayu, Bantul, Yogyakarta pada 9 Juli 1950.
Ia tumbuh dalam keluarga Katolik taat yang kaya akan panggilan religius.
Dari sepuluh bersaudara, seorang saudaranya menjadi biarawan dan dua saudarinya menjadi biarawati.
Panggilan hidupnya sebagai pelayan Tuhan dimulai sejak usia 11 tahun ketika ia masuk Seminari Menengah Mertoyudan.
Setelah menyelesaikan pendidikan awal di Yogyakarta, Suharyo melanjutkan studi ke Roma dan meraih gelar doktor dalam teologi dari Universitas Kepausan Urbaniana.
Ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1976 oleh Kardinal Justinus Darmojuwono, dan sejak saat itu aktif membina para calon imam serta mengajar di berbagai institusi Katolik ternama, termasuk Universitas Sanata Dharma.
Selama lebih dari dua dekade, Suharyo memainkan peran penting dalam dunia pendidikan dan pembinaan rohani.
Ia menjadi saksi dan pengiring umat dalam masa-masa sulit di bawah tekanan rezim otoriter.
Pada tahun 1997, ia diangkat sebagai Uskup Agung Semarang oleh Paus Yohanes Paulus II dan memilih moto episkopal "Serviens Domino cum omni humilitate" – Melayani Tuhan dengan segala kerendahan hati.
Perjalanan kepemimpinannya terus berlanjut.
Tahun 2006, ia diangkat sebagai Ordinarius Militer Indonesia oleh Paus Benediktus XVI.
Tiga tahun kemudian, ia ditunjuk sebagai uskup koajutor untuk Keuskupan Agung Jakarta, menggantikan Kardinal Julius Darmaatmadja.
Ia resmi menjabat sebagai Uskup Agung Jakarta pada 28 Juni 2010.
Suharyo juga tercatat sebagai Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) selama tiga periode berturut-turut—sebuah pencapaian yang melampaui ketentuan umum organisasi.
Di bawah kepemimpinannya, KWI semakin aktif dalam isu-isu sosial, dialog antaragama, dan perjuangan moral di ruang publik.
Di tingkat global, Kardinal Suharyo dikenal aktif dalam berbagai sidang Sinode Para Uskup di Vatikan.
Ia turut membahas tema-tema besar gereja seperti evangelisasi baru, peran keluarga, dan sabda Tuhan dalam kehidupan umat.
Pada 5 Oktober 2019, Suharyo menerima anugerah tertinggi dalam Gereja Katolik: diangkat sebagai kardinal oleh Paus Fransiskus.
Pengangkatan ini tidak hanya menjadi kehormatan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh umat Katolik Indonesia.
Editor : Imron Hidayatullahh