Radar Jember - Video yang menampilkan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir saat mengunjungi lokasi penahanan relawan Global Sumud Flotilla 2.0 memicu gelombang kecaman internasional dan kemarahan publik dunia.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, Ben-Gvir terlihat berada di Pelabuhan Ashdod, lokasi tempat para relawan Flotilla ditahan setelah armada bantuan Gaza dicegat militer Israel di perairan internasional.
Beberapa relawan tampak berada dalam posisi berlutut dengan tangan terikat di belakang. Dalam rekaman tersebut, Ben-Gvir terlihat tertawa sambil mengibarkan bendera Israel di hadapan para tahanan sipil.
Profil Itamar Ben-Gvir
Itamar Ben-Gvir merupakan politisi sayap kanan garis keras Israel dan pemimpin partai Otzma Yehudit atau Jewish Power.
Ia menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional Israel sejak 2022 dan dikenal karena sikap kerasnya terhadap Palestina serta kebijakan keamanan kontroversial di Israel.
Ben-Gvir beberapa kali menjadi sorotan internasional karena pernyataan dan tindakannya yang dianggap provokatif, termasuk dukungannya terhadap kebijakan penahanan keras terhadap warga Palestina dan aktivis pro-Palestina.
Video tersebut segera memicu reaksi keras dari berbagai negara dan organisasi hak asasi manusia yang menilai tindakan itu sebagai penghinaan terhadap relawan kemanusiaan.
Italia, Prancis, Polandia, hingga Uni Eropa dilaporkan memanggil atau melayangkan protes kepada diplomat Israel.
Media internasional juga menyoroti meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Israel setelah video itu viral.
Bahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar dilaporkan ikut mengkritik tindakan Ben-Gvir karena dianggap merusak citra Israel di mata dunia.
Relawan Global Sumud Flotilla sendiri, sebelumnya ditahan usai armada bantuan menuju Gaza dicegat militer Israel sejak 18 Mei 2026.
Hingga kini, video Ben-Gvir tersebut masih memicu perdebatan luas di media sosial dan memperbesar sorotan internasional terhadap penanganan Israel terhadap misi kemanusiaan menuju Gaza.
Penulis: Bakhtiyar Subandi
Editor : Imron Hidayatullahh