Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Cuma Indonesia! Intip Rahasia Finlandia Sukses Jalankan Makan Gratis Sejak 1943, Hasilnya Luar Biasa!

Imron Hidayatullahh • Sabtu, 7 Februari 2026 | 07:00 WIB
Photo
Photo

Radar Jember - Makan Bergizi Gratis (MBG) begitulah nama program makanan sehat gratis dari Indonesia. Ternyata program semacam itu juga dilakukan di negara lain.

Program itu tidak sekadar urusan bagi-bagi makanan. 

Sekaligus memastikan setiap anak memiliki kesempatan belajar yang setara.

Sebab, perut kenyang berbanding lurus dengan otak yang lebih fokus.

Anak-anak dengan asupan gizi cukup cenderung lebih mudah berkonsentrasi saat belajar.

Risiko mengantuk di kelas berkurang, daya tangkap meningkat, dan prestasi pun ikut terdongkrak.

Tak heran jika program makan sehat ini telah diterapkan di puluhan negara dan dinikmati ratusan juta siswa.

Penyedianya pun beragam, mulai dari pemerintah, lembaga sosial, hingga komunitas.

Finlandia tercatat sebagai negara pelopor penyedia makan sekolah gratis.

Program ini diumumkan pertama kali pada 1943. Saat itu, bahan makanan banyak disumbangkan oleh petani setempat.

Anak-anak bahkan membawa hasil pertanian atau buruan untuk dimasak bersama dalam bentuk sup dan bubur.

 Hingga kini, sekitar 900 ribu siswa di Finlandia menikmati makan sekolah gratis setiap hari.

India juga memiliki program serupa berskala raksasa bernama PM-POSHAN, yang sebelumnya dikenal sebagai Mid Day Meal Scheme.

Program ini menjadi penyedia makan siang sekolah terbesar di dunia, menjangkau sekitar 125 juta anak usia 6–14 tahun.

Pemerintah India mengalokasikan anggaran sekitar Rp 24,9 triliun.

Pemerintah menyediakan bahan pokok, sementara pemerintah daerah melengkapi dengan sayuran dan bahan tambahan lainnya.

Di Indonesia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dampak yang tak kalah besar.

Program ini bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga menjadi upaya nyata melawan stunting.

Pemerataan gizi diharapkan mampu menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.

Saat ini, sekitar 60 juta siswa telah merasakan manfaat program MBG.

Sementara itu, Pemerintah Prancis mengalokasikan dana sekitar Rp 875 miliar untuk mendukung kantin sekolah di wilayah perdesaan.

Tujuannya agar anak-anak di desa memiliki akses yang sama terhadap makanan sehat seperti halnya anak-anak di kota.

Di berbagai belahan dunia, program makan siang gratis terbukti menjadi andalan untuk menjaga anak-anak tetap sehat, fokus belajar, dan yang terpenting tidak kelaparan saat menimba ilmu. (ona/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh