Radar Jember – Sejumlah fakta baru mencuat dari dokumen-dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) terkait kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Jeffrey Epstein, taipan keuangan Amerika Serikat yang viral karena kasus perdagangan seks, ternyata pernah memiliki ambisi ekstrem.
Ia ingin menciptakan “ras manusia super” melalui rekayasa genetika dan kecerdasan buatan.
Hal tersebut diungkap dalam laporan investigasi mendalam New York Times.
Baca Juga: Epstein Files Sedang Ramai Diperbicangkan, tapi Kamu Masih Bingung? Ini Ulasan Ringkasnya
Setelah vonis kasus perdagangan seks pada 2008, Epstein disebut merancang rencana untuk “menyemai” umat manusia dengan DNA miliknya sendiri.
Caranya, dengan menghamili sejumlah perempuan di sebuah peternakan miliknya di New Mexico.
Properti itu juga merupakan salah satu lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya pelecehan seksual terhadap perempuan muda, termasuk di bawah umur.
Menurut laporan tersebut, Epstein ingin menjadikan peternakan seluas sekitar 33.000 kaki persegi di luar Santa Fe sebagai pusat eksperimennya.
Targetnya, hingga 20 perempuan sekaligus akan dihamili secara bersamaan agar melahirkan anak-anaknya.
Meski tak ada bukti kuat bahwa rencana itu pernah benar-benar dijalankan, Epstein diketahui kerap bergaul dengan ilmuwan ternama dunia.
Baca Juga: Fenomena Gerhana Matahari Cincin Diperkirakan Muncul Pertengahan Februari
Beberapa di antaranya bahkan rutin menghadiri makan malam, makan siang, atau konferensi yang ia selenggarakan.
Lingkaran pergaulan Epstein mencakup nama-nama besar seperti mendiang Stephen Hawking, insinyur molekuler George Church, fisikawan Murray Gell-Mann, biolog evolusi Stephen Jay Gould, ahli saraf sekaligus penulis Oliver Sacks, hingga fisikawan teoretis Frank Wilczek.
Minat Epstein pada bidang tersebut sering ia sebut sebagai “transhumanisme”, namun banyak pihak menilainya sebagai bentuk baru eugenika—sebuah konsep kontroversial yang pernah digunakan rezim Nazi pada era 1930-an.
Hal serupa pernah dijalankan secara sistematis oleh Jerman pada era Nazi di bawah kepemimpinan Adolf Hitler.
Hitler berpandangan bahwa ras Arya, yang dilekatkan pada orang-orang Jerman, dianggap lebih tinggi dan superior dibanding ras lain, khususnya penduduk Eropa Timur seperti Polandia.
Ideologi ini menganggap manusia tidak setara sejak lahir.
Selain skandal ilmiah tersebut, Epstein juga telah lama dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap gadis di bawah umur.
Ia disebut memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh elite dunia seperti Donald Trump, Bill Clinton, dan Pangeran Andrew.
Editor : Imron Hidayatullahh