Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Serangan Udara Israel di Beit Lahia Tewaskan Dua Warga Palestina, Ketegangan Gaza Kembali Memanas

Redaksi Radar Jember • Kamis, 30 Oktober 2025 | 23:36 WIB
Situasi perang antara tentara Israel dengan tentara Gaza (Dok. Antara News).
Situasi perang antara tentara Israel dengan tentara Gaza (Dok. Antara News).

Radar Jember - Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di wilayah utara Jalur Gaza pada Rabu (29/10) malam waktu setempat.

Serangan yang menargetkan sebuah gudang senjata di Beit Lahia itu menewaskan sedikitnya dua orang.

Dalam pernyataannya yang dikutip AFP pada Kamis (30/10/2025), militer Israel menyebut operasi tersebut merupakan serangan presisi terhadap lokasi yang diyakini menjadi tempat penyimpanan senjata dan perlengkapan udara untuk melancarkan serangan teror dalam waktu dekat.

“Pasukan kami melakukan serangan tepat sasaran di Beit Lahia, menghantam infrastruktur militer yang digunakan kelompok teroris untuk menyimpan senjata dan peralatan. Tindakan ini dilakukan guna mencegah ancaman langsung terhadap tentara dan negara Israel,” demikian bunyi pernyataan resmi militer Tel Aviv.

Militer Israel menegaskan bahwa operasi tersebut tetap berada dalam koridor kesepakatan gencatan senjata yang berlaku, namun mereka akan terus melakukan tindakan jika ada ancaman yang dianggap mendesak.

Sementara itu, juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, mengonfirmasi kepada AFP bahwa serangan Israel mengenai kawasan Atatra di Beit Lahia.

Dua korban tewas dilaporkan telah dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza.

Pihak Rumah Sakit Al-Shifa membenarkan bahwa dua warga Palestina meninggal dunia akibat serangan tersebut.

Insiden di Beit Lahia ini terjadi hanya beberapa jam setelah pengeboman besar-besaran yang menewaskan lebih dari seratus orang pada Selasa (28/10) malam.

Serangan tersebut disebut sebagai yang paling mematikan sejak diberlakukannya gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS).

Badan pertahanan sipil Gaza menyebut, sedikitnya 104 orang tewas dalam serangan sebelumnya, termasuk 46 anak-anak dan 24 perempuan.

Pengeboman itu dilakukan setelah Israel mengumumkan tewasnya salah satu tentaranya akibat serangan di wilayah Rafah, Gaza selatan.

Militer Israel mengklaim bahwa operasi udara itu berhasil menewaskan sekitar 30 militan senior, dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Katz menyebut puluhan komandan Hamas telah dinetralisir.

Namun, kelompok Hamas membantah keterlibatan mereka dalam penembakan di Rafah.

Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan tetap berkomitmen terhadap gencatan senjata dan menuduh Israel melakukan provokasi yang bisa memicu eskalasi baru di Jalur Gaza.


Penulis Athok Ainurridho

Editor : M. Ainul Budi
#jalur gaza #Palestina #rudal #militer israel