Radar Jember - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka mengakui bahwa pasukan militernya telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.
Tak hanya itu, ia juga menyatakan kebanggaannya atas aksi tersebut, menyebut pasukan Zionis telah menjatuhkan sebanyak 153 ton bom di Jalur Gaza pada Minggu lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu saat membuka sidang musim dingin Knesset (Parlemen Israel).
Dalam kesempatan itu, ia beberapa kali mendapat interupsi dari anggota parlemen oposisi yang mengecam kebijakan perang pemerintahnya serta tudingan bahwa Israel sengaja memperpanjang konflik di Gaza.
“Selama masa gencatan senjata, dua tentara kita gugur. Kami merespons dengan melancarkan serangan udara menggunakan 153 ton bom dan menghantam puluhan target di seluruh Jalur Gaza,” ujar Netanyahu, dikutip dari Anadolu, Selasa (21/10/2025).
Sementara itu, Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat sedikitnya 80 pelanggaran gencatan senjata dilakukan oleh militer Israel sejak kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada 10 Oktober.
Akibat pelanggaran tersebut, sebanyak 97 warga Palestina dilaporkan tewas, termasuk 44 orang pada Minggu lalu, serta 230 orang lainnya mengalami luka-luka.
Ironisnya, setelah serangan yang menewaskan puluhan warga sipil itu, Israel menyatakan akan tetap melanjutkan kesepakatan gencatan senjata.
Tel Aviv menuding Hamas sebagai pihak yang terlebih dahulu menyerang pasukan mereka di wilayah Rafah, selatan Gaza. Namun, Hamas membantah tudingan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk tetap mematuhi perjanjian yang telah disepakati.
Kesepakatan gencatan senjata itu diumumkan pada 10 Oktober, berdasarkan rencana bertahap yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Tahap awal mencakup pertukaran tahanan, yakni pembebasan sandera Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina.
Selain itu, rencana tersebut juga memuat agenda pembangunan kembali Jalur Gaza serta pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa kehadiran Hamas.
Sejak meletusnya perang pada Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 68.200 orang dan melukai sekitar 170.200 lainnya, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza.
Penulis : Athok Ainurridho
Redaktur : Ainul Budi