radarjember.id-Pembunuhan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh yang terjadi di Teheran pada Rabu (31/7) dini hari berujung penangkapan dan pemecatan sejumlah perwira Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Saat itu, pemimpin Hamas tersebut berada di Teheran untuk menghadiri pelantikan Presiden Iran yang baru terpilih, Masoud Pezeshkian.
Baca Juga: Israel Tolak Untuk Kembalikan Dataran Tinggi Golan
Berdasarkan hasil investigasi, pembunuhan ini dilakukan terhadap Ismail Haniyeh dengan cara menembakkan proyektil jarak pendek, yang berbobot sekitar 7 kg.
"Dilakukan dengan menembakkan proyektil jarak pendek yang membawa sekitar 7 kilogram bahan peledak dan diluncurkan dari luar kediaman tamu," keterangan IRGC dilansir dari Al Jazeera.
Akibatnya, sejumlah perwira intelijen, beberapa pejabat militer dan staf di wisma tamu setempat ditahan beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Viral Lima Kader NU Kunjungi Israel, PBNU Bertindak Tegas Pilih Mundur atau Diberhentikan!
Kejadian ini dianggap sebuah kegagalan, betapa buruknya pengamanan bagi para pemimpin dan sekutu negara tersebut. (dea/bud)
Editor : Adeapryanis