Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengapa Masjid Al-Aqsa Disebut Sebagai Pemicu Konflik Israel dan Palestina? Berikut Alasannya

Radar Digital • Selasa, 24 Oktober 2023 | 19:35 WIB
DOK Antaranews.com
DOK Antaranews.com

RADARJEMBER.ID – Pada tahun 2013, terdapat sebuah rancangan undang-undang Israel memberi hak orang-orang Yahudi untuk berdoa di esplanade Masjid Al-Aqsa.
Rancangan undang-undang yang dibahas di parlemen Israel menunjuk pada waktu dan ruang bagi orang Yahudi yang ingin berdoa di sana.
Meski demikian, Masjid Al-Aqsa yang terletak di Kota Tua Yerusalem di Palestina menjadi situs penting dalam Islam. Jika diterjemahkan secara harfiah Masjid Al-aqsa berarti 'Masjid Terjauh'.
Masjid Al-Aqsa adalah keseluruhan dari komplek Al-Haram Asy-Syarif, Al-Quds yang luasnya 14 hektare.
Dalam komplek tersebut terdapat Jami' Al-Aqsa dengan kubah berwarna perak, dan Dome of The Rock, Qubbah Shakhra dengan kubah warna emas.
Pada abad ke-7 saat Palestina ditaklukkan oleh umat muslim, masjid tersebut telah dibangun.
Namun, pada 1967 Israel berhasil menduduki situs tersebut dan terjadilah peristiwa provokatif itu.
Pada 1969, seorang Kristen-Zionis dari Australia bernama Denis Michael Rohan membakar mimbar masjid.
Pada 1982, seorang tentara Yahudi, Alan Godman menghunuskan peluru senapan ke jamaah di "Dome of the Rock" dan menewaskan 2 jiwa serta melukai 11 orang.
Pada tahun 2000 an, pemimpin oposisi Israel Arual Sharon berkunjung ke kawasan tersebut dengan didampingi 1000 polisi dan menyatakan bahwa situs tersebut akan tetap abadi "di tangan kita".
Kalimat dan tindakan tersebut menimbulkan perlawanan kedua antara Palestina dan Israel.
Orang Muslim melihat setiap perambahan Yahudi di Masjid Al-Aqsa sebagai serangan terhadap kepercayaan mereka.
Lantas, alasan apa yang membuat masjid tersebut sangat diinginkan oleh Yahudi?
Berdasarkan Al-Jazeera, Masjid Al-Aqsa merupakan masjid yang dibangun di atas Bukit Bait Suci yang dianggap keramat oleh umat Yudaisme.
Sementara itu bagi umat muslim situs tersebut dinamakan sebagai The Haram Ash-Sharif atau "Tempat Kudus yang Mulia", salah satu tempat suci selain Mekkah.
Temple Mount dalam keyakinan Yahudi disebut sebagai Har Habayit, dalam bahasa Ibrani, secara tradisional diyakini sebagai tempat dimana Abraham memperlihatkan pengabdiannya kepada Tuhan.
Sejak Perang Enam Hari tahun 1967, Israel mendapatkan kendali atas Yerusalem.
Saat ini Temple Mount dapat diakses oleh siapapun, termasuk Dome of The Rock yang dibatasi untuk umat muslim.
Israel menjaga keamanan dan mengontrol titik masuk saat ketegangan memuncak. Israel terkadang menutup situs tersebut untuk pengunjung termasuk umat muslim.
Hal tersebut dilakukan karena Israel menganggap tempat tersebut sebagai tempat suci. (mm2/bud)

Editor : Radar Digital
#Israel #konflik #Palestina