Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Meredupnya Karier Dele Alli, hingga Sempat Berpikir untuk Pensiun Dini

Radar Digital • Jumat, 14 Juli 2023 | 18:10 WIB

 

Dele Alli ketika diwawancarai Gary Neville.
Dele Alli ketika diwawancarai Gary Neville.

RADARJEMBER.ID - Bagi pecinta Liga Inggris khususnya penggemar Tottenham Hotspur, nama Dele Alli mungkin sudah tak asing lagi. Dele Alli merupakan salah satu talenta berbakat asal Inggris yang mengawali karier sepak bola bersama klub yang kini bermain di divisi keempat Liga Inggris, MK Dons.

Saat bergabung dengan Tottenham Hotspur pada 2015 lalu ketika diboyong dari MK Dons dengan biaya EUR 6,63 juta (Rp 110 miliar), nama Dele Alli semakin dikenal. Pemain yang kini berusia 27 tahun itu bermain sebanyak 269 pertandingan dan mencetak 67 gol serta 61 assist untuk klub asal London Utara itu. Dia juga sukses membawa The Lilywhites menjadi runner-up Liga Champions musim 2018/19 lalu.

Karier Dele Alli kian meredup selepas hengkang dari klub asal London Utara itu dan bergabung ke Everton pada 2022 lalu. Bahkan, baru-baru ini pemain yang berposisi sebagai gelandang serang itu membawa kabar yang mengejutkan terkait masalah yang sedang ia alami.

Ya, Dele Alli baru-baru ini menceritakan kondisinya saat ini kepada Gary Neville ketika menjadi bintang tamu dalam kanal YouTube milik legenda Manchester United itu. Dalam video yang diunggah kanal YouTube The Overlaps yang diunggah pada Kamis (13/7) itu, pemain kelahiran 1996 itu menceritakan bahwa ia mengalami masalah kesehatan mental yang membuatnya berpikir untuk pensiun dini.

 

Dele Alli yang merupakan pemain andalan Mauricio Pochettino di The Lilywhites harus mengalami musim demi musim yang buruk bersama klub asal London Utara itu semenjak Jose Mourinho melatih Spurs. Bahkan, titik terendah dalam karier Dele Alli ketika Jose Mourinho memberikan komentar buruk kepadanya, sehingga ia sempat berpikir untuk pensiun di usia 24 tahun.

“Sulit untuk menentukan satu momen yang tepat. Mungkin saat yang paling menyedihkan bagi saya, adalah ketika Mourinho menjadi manajer, saya pikir saya berusia 24 tahun,” " ujar Dele Alli kepada Gary Neville sebagaimana JawaPos.com lansir dari YouTube The Overlaps.

“Saya ingat ada satu sesi, seperti suatu pagi saya bangun dan saya harus pergi ke pelatihan - ini adalah saat dia berhenti memainkan saya - dan saya berada di tempat yang buruk,” sambungnya.

“Saya ingat hanya melihat ke cermin - maksud saya kedengarannya dramatis tetapi saya benar-benar menatap ke cermin - dan saya bertanya apakah saya bisa pensiun sekarang, pada usia 24, melakukan hal yang saya sukai,” imbuhnya.

“Bagi saya, itu memilukan bahkan memiliki pemikiran itu pada usia 24 tahun, ingin pensiun. Itu sangat menyakitkan saya, itu adalah hal lain yang harus saya tanggung,” imbuhnya lagi.

Dele Alli juga mengatakan bahwa ia sempat kecanduan pil tidur hingga alami masalah kesehatan mental, hal itu membuatnya datang ke pusat rehabilitasi untuk proses pemulihannya.

“Saya kecanduan tablet tidur dan itu mungkin masalah yang tidak hanya saya miliki. Saya pikir itu adalah sesuatu yang terjadi lebih dari yang disadari orang dalam sepak bola," kata Dele Alli.

“Semoga saya keluar dan membicarakannya dapat membantu orang. Jangan salah paham, mereka bekerja. Saya pikir dengan jadwal kami, Anda memiliki permainan, Anda harus bangun pagi untuk berlatih, adrenalin dan sebagainya,” lanjutnya.

“Mengambil tablet tidur untuk tidur dan bersiap-siap tidak apa-apa, tetapi ketika sistem dopamin Anda rusak seperti saya, itu jelas dapat memiliki efek sebaliknya karena bekerja untuk masalah yang ingin Anda tangani dan itulah masalahnya. Ini bekerja sampai tidak,” imbuhnya.

Dele juga menceritakan trauma masa kecilnya, akan tetapi ada perubahan yang positif ketika ia diadopsi oleh keluarga yang luar biasa. Mantan pemain muda MK Dons itu juga ingin membantu orang lain ketika mengalami masalah yang sama dengan dirinya.

“Sudah berlangsung lama (kecanduan saya), hal-hal yang saya lakukan untuk mematikan perasaan yang saya miliki. Saya tidak menyadari itu untuk tujuan itu, apakah itu untuk minum atau apapun," tuturnya.

“Ada hal-hal yang dilakukan banyak orang tetapi jika Anda menyalahgunakannya dan menggunakannya dengan cara yang salah dan Anda sebenarnya tidak melakukannya untuk kesenangan, Anda melakukannya untuk mencoba dan mengejar sesuatu atau bersembunyi dari sesuatu, itu jelas bisa banyak merusakmu,” tandasnya. (*)

 

Editor : Radar Digital
#delle ali #totteham hotspur