BACA JUGA : Provokasi Israel di Al Aqsa Dikecam Kabinet Qatar
“Sebagian besar tewas adalah warga sipil. Mereka adalah perempuan dan anak-anak,” kata seorang wakil komisaris polisi setempat seperti dilansir dari Arab News, Kamis (5/1).
Momen tragis dialami 1 keluarga di mana 8 anggota keluarga tewas pada Rabu (4/1) ketika teroris meledakkan dua bom mobil di Somalia tengah itu dan kejadian tersebut membuat warga setempat ketakutan.
Hassan Kafi Mohamed Ibrahim, Wakil komisaris polisi negara bagian Hirshabelle, Hassan-Kafi Mohamed Ibrahim mengatakan 1 anak selamat dari keluarga beranggotakan 9 orang tersebut. “Keluarga lain juga kehilangan separuh anggota keluarganya.” kata Hassan.
Mohamed Halane, Komisaris Distrik Mahas Mumin menerangkan, satu bom menargetkan rumah dia dan lainnya menghantam rumah anggota Parlemen Federal. Diduga, kelompok Al-Shahab berada di balik serangan.
Hassan Sheikh Mohamud, Presiden Somalia menuturkan, perang habis-habisan terhadap Al-Shabab, telah melancarkan pemberontakan berdarah melawan pemerintah federal. Pada bulan Juli, milisi klan lokal dikenal sebagai Macawisley melancarkan pemberontakan.
Aksi Pemberontakan itu melawan Al-Shabab di beberapa bagian Somalia tengah. Presiden Mohamud mengirim pasukan pada bulan September untuk mendukung perlawanan tersebut menciptakan perdamaian.
Dalam beberapa bulan terakhir, tentara dan milisi telah merebut kembali sebagian besar wilayah di negara bagian Galmudug dan Hirshabelle. Namun, para pemberontak sering membalas dengan serangan berdarah, menyerang jantung kota Somalia dan instalasi militer. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Reuters
Sumber Berita:jawapos.com
Editor : Safitri