Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Film Gundik Tayang di Bioskop Mulai 22 Mei 2025, Kisah Cinta Terlarang dalam Balutan Sejarah, Luna Maya dan Suaminya?

Redaksi Radar Jember • Senin, 19 Mei 2025 | 05:15 WIB
Film Gundik Tayang di Bioskop Mulai 22 Mei 2025, Kisah Cinta Terlarang dalam Balutan Sejarah, Luna Maya dan Suaminya?
Film Gundik Tayang di Bioskop Mulai 22 Mei 2025, Kisah Cinta Terlarang dalam Balutan Sejarah, Luna Maya dan Suaminya?

Radar Jember - Film drama sejarah terbaru berjudul Gundik siap tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Mei 2025. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film ini menghadirkan Luna MayaAgus Kuncoro, dan Maxime Bouttier sebagai pemeran utama dalam cerita berlatar era kolonial Hindia Belanda yang penuh intrik, cinta terlarang, dan konflik sosial.

“Gundik” menjadi sorotan karena mengangkat tema sensitif namun bersejarah, yakni kehidupan perempuan pribumi yang dijadikan simpanan atau selir oleh kaum priyayi maupun bangsa penjajah suatu realitas sosial yang banyak terjadi pada masa lampau, namun jarang diangkat dalam film secara mendalam.

Sinopsis Film "Gundik"

Film ini mengisahkan sosok Larasti (Luna Maya), seorang perempuan cantik dan cerdas dari keluarga sederhana di Jawa Tengah, yang hidupnya berubah drastis setelah dipaksa menjadi gundik (selir) seorang tuan tanah Belanda bernama Herman Van Der Veen (Agus Kuncoro).

Awalnya Larasti berharap dapat memberikan kehidupan yang lebih layak bagi keluarganya, namun kenyataan yang ia hadapi justru penuh luka dan pengkhianatan. 

Ia harus menjalani kehidupan penuh tekanan, pengendalian, dan kehilangan jati diri sebagai seorang perempuan Indonesia.

Di tengah keterasingannya, Larasti kemudian bertemu dengan Raka (Maxime Bouttier), seorang pemuda pribumi yang bekerja sebagai juru tulis di kantor administrasi kolonial. 

Hubungan mereka tumbuh menjadi cinta, namun hubungan itu tak direstui dan sangat berisiko baik dari pihak kolonial maupun dari lingkungan sosialnya sendiri.

Ketika situasi politik memanas dan gerakan kebangsaan mulai tumbuh, Larasti harus membuat pilihan berat, bertahan dalam statusnya sebagai gundik untuk menjamin keselamatan keluarganya, atau melawan sistem demi cintanya dan harga dirinya sebagai perempuan merdeka.

Nuansa Kuat Sejarah dan Sosial

“Gundik” tak hanya menyajikan kisah cinta dan tragedi, tetapi juga menjadi refleksi atas sistem patriarki dan kolonialisme yang membelenggu perempuan pribumi. Dalam film ini, penonton diajak memahami bagaimana status sosial perempuan bisa begitu rapuh di bawah kekuasaan laki-laki dan sistem kolonial yang menindas.

Baca Juga: Masih Viral! Selalu Ada di Nadimu Lirik Penuh Makna yang Kuatkan Nuansa Emosional Film Jumbo

Film ini memperlihatkan betapa status “gundik” kala itu seringkali bukan pilihan, melainkan bentuk perbudakan terselubung dengan kemasan hubungan personal. 

Hanung Bramantyo berhasil meramu narasi ini dengan sinematografi khas zaman kolonial yang otentik, dialog kuat, serta akting memukau dari para pemeran.

Respons Awal Positif dari Kritikus

Meski belum resmi tayang, pemutaran perdana terbatas film “Gundik” untuk kalangan kritikus dan jurnalis telah mendapat sambutan positif. 

Banyak yang menilai film ini sebagai karya berani yang menyentuh tema kompleks secara elegan dan emosional.

Luna Maya disebut tampil sangat mengesankan dalam peran Larasti, menampilkan transformasi emosional dari kepasrahan hingga perlawanan secara mendalam.

“Gundik” bukan sekadar film drama sejarah, melainkan potret sosial yang menggugah kesadaran tentang posisi perempuan dan perjuangan identitas di tengah sistem yang menindas. 

Film ini cocok bagi penonton yang menyukai tontonan berbobot, emosional, dan berpijak pada realitas sejarah Indonesia.

Film ini akan tayang serentak mulai 22 Mei 2025 di bioskop seluruh Indonesia. Pastikan tidak melewatkan kisah Larasti, cinta, dan perjuangannya dalam film “Gundik.” 

penulis: Anik Kholifatul Imania 

Editor : M. Ainul Budi
#maxime bouttier #Film Gundik #luna maya